Cara bercinta ketika hamil

Cara bercinta ketika hamil

Bercinta ketika hamil mungkin adalah pikiran terakhir yang ada di benak kaum wanita terutama jika mereka sedang mengalami mual, muntah dan kelelahan yang sangat.

Beda halnya dengan pria yang justru kadang merasa lebih bergairah melihat istrinya semakin seksi dan bohay saat hamil, wanita kadang merasa tidak percaya diri dengan bentuk tubuhnya yang semakin besar.

Tetapi dengan segala hasrat seksual yang ada di dalam diri, baik suami ataupun istri kadang memendam keinginan dan gairah seksual mereka karena takut akan menyakiti janin dalam kandungan atau takut istri mengalami keguguran setelah bercinta.

Lepas dari itu semua, pertanyaan yang paling penting untuk dijawab adalah amankah berhubungan seks saat hamil? Artikel sehatki.com kali ini akan membahas bagaimana cara bercinta ketika hamil dan kapan hubungan seks harus dihentikan sama sekali di masa kehamilan.

Dayna Salasche, MD, seorang profesor kebidanan di Northwestern University Feinberg School of Medicine mengatakan bercinta saat hamil sangat aman dilakukan selama kehamilan memiliki risiko rendah, baik bagi janin maupun sang Ibu.

“Beberapa orang merasa nyaman bercinta ketika hamil dan beberapa lainnya tidak menikmatinya sama sekali,” ujar Dr Dayna.

Baca juga: 3 Posisi Seks Agar Cepat Hamil

Cara Bercinta Ketika Hamil di Setiap Trimester Kehamilan

Pada trimester pertama, hampir semua wanita melaporkan tidak memiliki gairah seks untuk berhubungan intim dengan suami. Alasannya karena mereka merasa terlalu lelah dan sering mual.

Tetapi memasuki trimester kedua kebanyakan para wanita sudah merasa lebih nyaman, vagina juga mengalami lubrikasi yang bagus, sementara area genital yang lain mulai mengalami perubahan.

Kondisi ini membuat hubungan seks jadi lebih menyenangkan. Apalagi pada trimester kedua, perut wanita belum terlalu besar sehingga masih nyaman melakukan beberapa posisi seks saat hamil.

Cara bercinta ketika hamil trimester ketiga akan sangat berbeda dimana perut akan semakin membuncit dan perasaan lelah kembali menyerang. Dalam situasi ini, hubungan seks tentulah akan tampak sebagai sesuatu yang tidak menarik.

Jika anda merasa takut bercinta ketika hamil maka anda perlu mengetahui bahwa janin dalam perut memiliki mekanisme perlindungan yang sangat bagus. Penetrasi penis ke dalam miss V sama sekali tidak akan mengganggu atau menyakiti bayi dalam rahim.

Yang perlu diperhatikan adalah pada minggu-minggu akhir kehamilan hubungan seks sebaiknya dikurangi atau ditunda karena wanita yang mengalami orgasme akan melepaskan prostaglandin, yang secara teoritis dapat menyebabkan kontraksi.

“Hubungan seks pada minggu ke 40 dapat menimbulkan rasa sakit,” ujar Monica Foreman, MD, seorang dokter kandungan di Montefiore Medical Center di Bronx, N.Y sebagaimana dikutip dari webmd.

Kapan Sebaiknya Hubungan Seks Dihentikan Sama Sekali

Berhubungan seks selama kehamilan mungkin tidak aman untuk wanita dengan riwayat keguguran berulang, persalinan prematur, dan perdarahan.

Bukan itu saja, wanita dengan plasenta previa yaitu sebuah kondisi dimana plasenta menutupi leher rahim beresiko mengalami pendarahan saat melakukan hubungan seks selama kehamilan. Begitu pula dengan wanita dengan ketuban pecah dini (PROM), yang terjadi ketika kantung yang berisi bayi yang sedang berkembang.

Para wanita juga mesti berhenti berhubungan seks saat kehamilan jika mengalami perdarahan atau keputihan abnormal yang berbau setelah berhubungan seks saat hamil.

Keputihan yang berbau mungkin adalah pertanda adanya infeksi di rahim dan perdarahan adalah pertanda adanya masalah di dalam organ reproduksi wanita.

Wanita hamil juga perlu waspada jika suami memiliki penyakit menular seksual karena dapat mengganggu janin dalam rahim. Gunakan alat kontrasepsi, seperti kondom, untuk melindungi diri dari penularan PMS.

Kebanyakan orang berpikir sedang hamil sehingga tidak butuh kondom. Padahal kondom juga berfungsi untuk mencegah penularan PMS.

Posisi Seks Saat Hamil

Salah satu cara bercinta ketika hamil yang perlu diperhatikan adalah pemilihan gaya bercinta yang tepat. Sebelum hamil ada banyak posisi seks yang bisa dipilih dan dipraktekkan oleh pasutri, tapi saat hamil apalagi pada trimester akhir, posisi bercinta harus menyusaikan dengan kondisi.

Pada trimester pertama hubungan seks dengan gaya missionaris atau pria di atas masih aman dan nyaman dilakukan. Seiring dengan perut yang semakin besar, posisi seks bisa diubah menjadi gaya doggy style atau gaya sisi ke sisi (spooning).

Pada  beberapa titik, seorang wanita hamil tidak boleh telentang karena membesarnya rahim dapat menekan pembuluh darah utama. Hal ini dapat menyebabkan tekanan panggul dan menimbulkan rasa nyeri.

Fenomena ini biasanya terjadi selama trimester ketiga. Berbaring telentang juga dapat menyebabkan “sindrom hipotensi terlentang,” yang menghasilkan perubahan denyut jantung dan tekanan darah yang dapat menyebabkan pusing dan gejala atau tanda-tanda lain.

Salah satu tindakan seksual yang harus dihindari selama kehamilan adalah meniup ke dalam vagina saat melakukan oral seks. Meniup udara ke dalam vagina dapat menimbulkan embolus udara yang berbahaya bagi janin.

Demikian informasi singkat bagaimana cara bercinta ketika hamil yang aman bagi ibu dan janin dalam kandungan.

***
Bagaimana Anda dapat bertahan 30-60 menit lebih lama di Ranjang dan secara Permanen Menyembuhkan Ejakulasi Dini. Ingin tahu caranya? Klik disini!

loading...