Ciri remaja hamil di luar nikah

Ciri remaja hamil di luar nikah

Seperti halnya wanita pada umumnya, ciri-ciri remaja hamil akibat kecelakaan di luar nikah mudah dikenali oleh orang tua atau guru di sekolah, baik itu ciri-ciri fisik maupun psikis.

Kita sering mendengar ujaran bahwa anak muda adalah tulang punggung bangsa. Barangkali kalimat tersebut sudah kita hapalkan di luar kepala karena terlalu sering dimuat di beberapa buku, majalah, atau surat kabar.

Namun, apa yang terjadi jika banyak remaja ‘salah gaul’ atau mengalami hal yang seharusnya belum mereka alami? Contohnya remaja hamil di luar nikah akibat kecelakaan, saat mereka masih berstatus pelajar.

Perkembangan teknologi informasi dewasa ini membuat banyak nilai-nilai yang tidak sesuai dengan agama dan budaya, masuk dan diikuti oleh remaja. Misalnya pornografi yang marak di media massa. Dalam hal ini termasuk seks bebas. Akibatnya, tidak sedikit remaja yang mencoba hal tersebut. Kehamilan dini pun terjadi.

Nah, jika Anda berprofesi sebagai guru atau orang tua yang peduli masalah ini, ada beberapa ciri mengenai remaja hamil diluar nikah yang bisa dikenali.

Pada dasarnya ciri-cirinya tidak jauh berbeda dengan ciri orang hamil pada umumnya, ciri pelajar atau remaja hamil antara lain:

1. Berhenti haid. Ciri yang paling mudah dikenali dari adanya kehamilan adalah berhentinya haid atau menstruasi. Namun demikian, pada umumnya remaja—terlebih yang baru memasuki masa pubertas—jadwal menstruasinya masih belum teratur, bisa datang lebih cepat atau lambat, tidak persis sama tanggalnya.

Untuk itu, orang tua yang memiliki anak wanita berusia remaja, harus memiliki komunikasi yang baik mengenai hal-hal yang berkaitan dengan pubertas dan lingkungan pergaulannya.

2. Mengalami perubahan hormonal. Saat seorang pelajar atau remaja positif hamil, tubuhnya akan mengalamai perubahan hormon yang cukup signifikan. Perubahan ini biasanya menimbulkan sejumlah efek samping, seperti misalnya sakit kepala, sakit perut, hingga mual dan muntah. Kondisi ini biasanya lebih sering muncul di pagi hari hari, sehingga kerap disebut morning sickness.

3. Sering merasa lelah dan mudah mengantuk. Perubahan hormon dan pertumbuhan janin di dalam rahim seorang wanita akan mengambil sebagian nutrisi milik ibu, sehingga umumnya wanita hamil—terutama yang gizinya tidak mencukupi—cenderung cepat lelah dan mudah mengantuk.

4. Terlihat buang air kecil terus menerus. Hal tersebut disebabkan oleh pergantian hormon, sehingga laju aliran darah meningkat. Ketika saluran pembuangan melalui ginjal penuh atau kandung kemih terisi lebih cepat, maka remaja hamil jadi terdesak untuk kencing.

5. Sering merasa lelah dan mudah mengantuk di sekolah. Remaja hamil akan mengalami perubahan hormon dan pertumbuhan janin di dalam rahim seorang wanita akan mengambil sebagian nutrisi milik ibu, sehingga umumnya wanita hamil—terutama yang gizinya tidak tercukupi—cenderung cepat lelah dan mudah mengantuk.

6. Di masa kehamilan trimester kedua, perut mulai membesar akibat pertumbuhan janin, tentunya memengaruhi kondisi fisik calon ibu. Kondisi ini biasanya mulai terlihat setelah bulan ke-3.

Secara kasat mata perubahan yang dapat dilihat pada remaja hamil akibat kecelakaan adalah ukuran payudara dan pinggul yang semakin membesar, perut yang juga semakin membesar dan mengeras, serta pertambahan bobot tubuh yang semakin lama semakin signifikan.

Pada beberapa bagian tubuh—walaupun tidak bisa dilihat dari luar—wanita yang hamil akan merasakan sakit atau kencang pada bagian payudara, adapun puting susunya akan membesar serta berwarna lebih gelap.

7. Mood yang sering berubah-ubah. Perubahan hormon drastis akibat kehamilan membuat perasaan atau mood wanita hamil menjadi makin sensitif.

Khusus pada remaja yang mengalami kehamilan akibat kecelakaan, perubahan psikologis akan lebih terlihat. Remaja tersebut bisa jadi akan mengalami tekanan emosi yang besar karena rasa takut, bersalah, atau menyesal.

Itu sebabnya mereka cenderung murung, menarik diri karena malu, serta berada dalam kesedihan yang mendalam. Jika tidak ada pendekatan yang positif dari keluarga atau lingkungan sosial. Kondisi ini akan berdampak buruk pada calon ibu serta bayi yang dikandungnya.

Apabila orang tua serta guru mengetahui bahwa beberapa ciri di atas terjadi pada anak perempuan atau muridnya, maka patut curiga bahwa dia sedang hamil. Nah, agar lebih yakin mintalah remaja tersebut melakukan tes kehamilan dengan alat tes yang mudah dibeli di apotek atau toko obat.

Jika hasil uji kehamilannya positif, Anda perlu melakukan pemeriksaan lebih lanjut ke dokter kandungan atau bidan. Dampingi remaja hamil tersebut dan beri dia pengertian agar tidak melakukan pengguguran kandungan. Karena menggugurkan kandungan di usia remaja bisa berisiko fatal bagi kesehatan sang ibu. Bahkan dapat menyebabkan kematian.

***
Bagaimana Anda dapat bertahan 30-60 menit lebih lama di Ranjang dan secara Permanen Menyembuhkan Ejakulasi Dini. Ingin tahu caranya? Klik disini!

loading...