Disfungsi Ereksi (DE) adalah gangguan kesehatan seksual yang dialami oleh pria yang ditandai dengan ereksi penis tidak berlangsung lama atau bahkan tidak bisa ereksi sama sekali. Kondisi ereksi yang tidak maksimal ketika melakukan hubungan seks tentu sangat berbahaya bagi keharmonisan sebuah keluarga. Kepercayaan diri pria akan menurun, pikiran akan diliputi stress dan tentu saja bisa berujung kepada perceraian. Oleh karena itu, setiap pria harus mengetahui daftar penyakit penyebab disfungsi ereksi supaya bisa melakukan tindakan pencegahan sejak awal.

Daftar penyakit penyebab disfungsi ereksi

Daftar penyakit penyebab disfungsi ereksi

Sebenarnya disfungsi ereksi bukan hanya disebabkan oleh penyakit kronis, tetapi juga oleh faktor psikologis dan kebiasaan hidup yang buruk. Dari sisi psikologis, pria yang mengalami tekanan hidup (karena kebutuhan ekonomi maupun karena beban pekerjaan), memiliki resiko besar terkena disfungsi ereksi. Sementara itu, perilaku buruk sehari-hari pria turut menyumbang gejala-gejala disfungsi ereksi. Kebiasaan buruk tersebut antara lain merokok, pecandu obat-obat terlarang, minum alkohol, dan begadang.

Dari segi medis, terdapat sejumlah penyakit kronis yang bisa mengakibatkan pria terkena disfungsi ereksi sementara maupun permanen. Disfungsi ereksi sementara terjadi bila penis pria masih mampu mengalami morning erection atau ereksi pada saat bangun tidur di pagi hari, sementara untuk melakukan hubungan seks di waktu lainnya tidak mampu ereksi. Sedangkan disfungsi ereksi permanen adalah kondisi penis tidak mampu ereksi sama sekali walaupun pria bangun tidur di pagi hari. Berikut ini daftar penyakit penyebab disfungsi ereksi.

1. Peyronie

Peyronie adalah penyakit yang dialami oleh pria yang ditandai dengan tumbuhnya plak (lapisan kulit yang mengeras) pada bagian kulit sekitar penis. Plak muncul bukan hanya pada bagian luar kulit, tetapi juga tumbuh pada jaringan erektil penis sehingga mengganggu aliran darah menuju ujung penis. Penyakit Peyronie mengurangi kemampuan penis mempertahankan ereksi, bahkan bisa menghentikan fungsi ereksi sama sekali.

2. Hipertensi

Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah salah salah satu penyakit yang membahayakan pria. Pria pengidap hipertensi memiliki tekanan darah di atas kondisi normal sehingga mengganggu aktifitas fisik sehari-hari. Aktifitas seksual penderita hipertensi mengalami hambatan karena penis mereka tidak bisa ereksi maksimal akibat penggunaan obat-obat penyembuh yang mengandung anabolic steroid. Selain itu, hipertensi biasanya juga diikuti oleh penyakit jantung yang menganggu sistem pernapasan pria.

3. Stroke

Pada umumnya, penyakit stroke terjadi kepada pria lanjut usia, meski sebagian menyerang pria usia muda. Stroke ditandai dengan penyumbatan atau pembekuan pembuluh darah menuju otak. Akibat stroke adalah kematian sebelah anggota tubuh, termasuk fungsi seksual pria. Disfungsi ereksi terjadi pada pria penderita penyakit stroke karena aliran darah yang terhambat bukan hanya menuju otak, tetapi juga mempengaruhi sistem jaringan darah lainnya, terutama aliran darah menuju penis.

4. Jantung

Penyakit jantung adalah penyakit yang terjadi akibat pembuluh darah tidak dapat memompa darah menuju jantung untuk mengedarkan oksigen dan sari-sari makanan ke seluruh tubuh. Penyakit ini terjadi disebabkan oleh penyempitan maupun kebuntuan pembuluh darah akibat kadar kolesterol tinggi. Pria yang terkena penyakit jantung dalam tubuhnya memiliki sistem peredaran darah yang tidak lancar. Hal ini mempengaruhi peredaran darah dalam jaringan erektil sehingga penis tidak mampu ereksi maksimal.

5. Diabetes mellitus

Diabetes mellitus memberi kontribusi bagi terjadinya disfungsi ereksi pada seorang pria karena pria pengidap diabetes umumnya memiliki energi yang berada di bawah level normal. Sebagian glukosa dalam darah pengidap penyakit gula darah (kencing manis) tidak mampu diubah menjadi energi karena kadar hormon insulin dalam tubuh mereka rendah. Yang lebih mengerikan adalah jika penderita diabetes basah terkena luka maka penyembuhannya hanya bisa dilakukan melalui amputasi. Bila hal ini terjadi pada organ reproduksi pria (khususnya wilayah sekitar penis), maka bisa dipastikan kesehatan seksual pria tidak berfungsi sebagaimana mestinya

6. Kanker

Disfungsi ereksi bisa terjadi kepada penderita kanker disebabkan oleh penggunaan obat-obatan penyembuh yang mengandung anti-androgen. Obat anti-androgen biasanya digunakan untuk penyembuhan penyakit kanker saluran kencing dan pembesaran prostat. Obat anti-androgen memang mampu menyembuhkan penyakit kanker, namun cara kerjanya adalah berlawanan dengan sistem produksi hormon laki-laki sehingga mengurangi kejantanan pria.

Dari daftar nama penyakit penyebab disfungsi ereksi yang tertulis di atas, jangan lupakan juga pengaruh penyakit kejiwaan yang mungkin terjadi kepada pria. Tekanan hidup yang berat menjadi penyebab utama mengapa pria mengalami stress dan menurunkan gairah berhubungan seksual. Hindari melakukan pembicaraan serius terkait masalah keuangan pada saat Anda berada di atas ranjang sehingga pikiran pria lebih rileks. Kebiasaan baik yang berupa olahraga rutin dan mengkonsumsi makanan bergizi dan seimbang harus selalu pria lakukan agar terhindar dari kemungkinan terkena penyakit penyebab disfungsi ereksi.

Selain penyakit ternyata beberapa obat juga terbukti dapat menyebabkan disfungsi ereksi seperti obat hipertensi, karena itu jika anda sedang dalam perawatan dari suatu penyakit yang sedang diderita, konsultasikan ke dokter perihal efek samping obat-obatan tersebut terhadap fungsi ereksi anda.

Semoga artikel daftar penyakit penyebab disfungsi ereksi ini bisa berguna untuk pria di Indonesia. Kita bisa terkena, tetapi kita juga bisa mencegah dengan melakukan kebiasaan-kebiasan baik sejak dini. Ayo tingkatkan kesadaran hidup sehat!

***
Bagaimana anda dapat bertahan 30-60 menit lebih lama di ranjang dan secara Permanen Menyembuhkan Ejakulasi Dini.. Klik disini!
loading...