Para remaja pria yang memiliki kebiasaan menonton film porno berpotensi mengalami gangguan seksual di kemudian hari. Demikian peringatan yang diungkapkan oleh para ahli yang menyebut menonton film porno sebabkan disfungsi ereksi jika dilakukan secara berlebihan.

film porno sebabkan disfungsi ereksi

film porno sebabkan disfungsi ereksi

Lim Huat Chye, seorang dokter urolog dari Rumah sakit Gleneagles mengatakan film porno sebabkan disfungsi ereksi secara tidak langsung.

Pria yang menonton terlalu banyak konten porno di internet akan kesulitan mendapatkan kepuasan saat berhubungan intim. Mereka akan kehilangan gairah seks yang menjadi pemicu disfungsi ereksi.

Disfungsi ereksi adalah gangguan seks dimana penis tidak bisa ereksi dengan keras saat melakukan aktifitas seks. Pria yang mengalami disfungsi ereksi umumnya akan menderita secara psikis seperti mengalami kecemasan, depresi, rendah diri dan penurunan kualitas hidup.

Secara umum, pria-pria ini menjadi lebih tertutup dan menjaga perasaan mereka kepada diri mereka sendiri tanpa mengungkapkan bagaimana perasaan mereka yang sebenarnya. Salah satu faktor yang menyebabkan disfungsi ereksi menurut Lim Huat Chye adalah terlalu sering menonton film porno.

Dr Lim menyebut menemukan empat sampai lima penderita disfungsi ereksi akibat pornografi datang ke kliniknya setiap tahun. “Selain kehilangan gairah seksual, para pria ini juga memiliki kemungkinan menjadi pecandu pornografi,” terang Dr Lim. Hal seperti ini berbahaya karena pecandu pornografi biasanya cepat lelah, menderita insomnia dan sulit konsentrasi di tempat kerja.

Sebuah studi sejenis yang menyebut film porno sebabkan disfungsi ereksi pernah dilakukan di Universitas Padua dan menemukan bahwa 70 persen pria berusia muda yang datang ke klinik-klinik karena masalah seksual ternyata memiliki kebiasaan menonton film porno yang terlalu sering. Penelitian tersebut dipimpin oleh Profesor Urologi Carlo Foresta.

Prof Carlo mengatakan kebiasaan menonton film porno menciptakan ironi yang paradoks di kalangan remaja pria. Mereka tidak lagi bisa menikmati hubungan intim dengan para gadis-gadis cantik sekalipun. Mereka hanya bisa terpuaskan jika menonton film porno dan kehilangan gairah ketika akan berhubungan seks yang sebenarnya.

Menurut para ahli, hal tersebut dipicu oleh penyimpangan dalam produksi hormon dopamin di otak. Hormon ini dikeluarkan tubuh ketika mengalami orgasme dan memberi efek rasa puas dan menyenangkan. Saat menonton film porno, tubuh memproduksi dopamin dan menimbulkan efek kecanduan untuk selalu mengulanginya lagi, efeknya sama dengan orang yang kecanduan obat-obatan.

Stimulasi fisik vs mental

Pada dasarnya stimulasi seksual terbagi dua yaitu stimulasi fisik dan stimulasi mental. Stimulasi fisik adalah rangsangan seks yang timbul akibat sentuhan, rabaan, atau ciuman. Sedangkan stimulasi mental adalah rangsangan akibat proses kimiawi di dalam otak, contohnya berpikir erotis atau menonton film porno.

Ketika ada rangsangan, tidak peduli apakah itu berasal dari sentuhan fisik atau rangsangan mental, otak akan memerintahkan tubuh bersiap untuk melakukan aktifitas reproduksi (seks) sehingga penis mengalami ereksi. Hal ini karena otak tidak bisa membedakan proses fisik atau mental, proses fisik dan mental akan dianggap sama oleh otak.

Terlalu sering melakukan stimulasi mental untuk mencapai ereksi akan membiasakan otak mengenali proses tersebut. Sehingga ereksi dan orgasme selalu bisa terjadi saat menonton film porno tapi selalu gagal ketika bercinta dengan wanita.

Kabar baiknya adalah, jika para remaja pria itu mulai belajar mengurangi aktifitas mereka menonton film porno dan menggantinya dengan aktifitas fisik yang menyehatkan maka kinerja seksual mereka akan kembali normal secara bertahap.

Jadi jika saat ini anda termasuk orang yang kecanduan menonton film porno ada baiknya anda mulai mengurangi kebiasaan tersebut agar terhindari dari disfungsi ereksi.

***
Bagaimana anda dapat bertahan 30-60 menit lebih lama di ranjang dan secara Permanen Menyembuhkan Ejakulasi Dini.. Klik disini!
loading...