Ada banyak faktor yang dapat menyebabkan terjadinya disfungsi ereksi dan mempengaruhi kualitas ereksi seperti faktor situasional, faktor psikologis dan tentu saja faktor kesehatan fisik secara umum. Seperti diketahui agar penis bisa ereksi dengan keras, aliran darah dari dan menuju penis harus lancar. Jika terjadi sesuatu yang menghambat aliran tersebut maka penis akan gagal ereksi. Jika kegagalan tersebut terjadi terus-menerus maka penderita disebut telah mengalami disfungsi ereksi.

Disfungsi ereksi akibat faktor fisik

Gagal ereksi karena tidak sehat. Foto: shutterstock.com

Penis yang tidak bisa ereksi adalah pertanda ada bagian tubuh yang sedang tidak fit atau tidak sehat. Setelah tubuh bugar kembali atau sakit bisa disembuhkan maka ereksi penis akan keras kembali. Jadi terjadinya disfungsi ereksi sangat tergantung dari kondisi kesehatan dan kebugaran organ-organ di seluruh tubuh.

Ilmu medis mengatakan kesehatan seseorang diukur dengan melihat beberapa faktor yaitu faktor hormon, aliran darah, sistem syaraf dan kesehatan organ tubuh secara umum. Empat faktor tersebut saling terhubungan dan bersama-sama mempengaruhi kondisi kesehatan seseorang.

Dan seseorang disebut sakit jika dia mengalami gangguan pada salah satu dari faktor-faktor tersebut. Mari kita bahas satu persatu faktor yang mempengaruhi kesehatan manusia.

A. Faktor Hormonal

Di dalam tubuh seorang pria terdapat beberapa jenis hormon yang mempengaruhi dan saling berhubung satu sama lain. Dalam hal seks, hormon yang dominan adalah hormon testosteron, hormon ini disebut juga hormon seks pria. Hormon ini mutlak dibutuhkan untuk mendapatkan ereksi penis yang normal.

Hormon seks testosteron akan mempengaruhi sistem syaraf pusat sehingga terciptalah libido atau nafsu, hormon ini juga akan mempengaruhi syaraf-syaraf pada panca indera pria sehingga akan terangsang ketika menerima stimulasi seksual. Ketika anda melihat wanita seksi dan merasa bergairah, maka gairah itu berasal dari hormon testosteron anda. Begitu juga jika anda mencium wangi wanita atau bersentuhan kulit akan merasa bergetar, semuanya itu akibat testosteron yang membuat panca indera aktif menerima rangsangan seksual.

Hormon testosteron mulai diproduksi ketika pria beranjak dewasa dan dicirikan dengan terjadinya perkembangan seksualitas sekunder seperti suara berubah, bulu tumbuh di badan, mimpi basah dan mulai muncul ketertarikan kepada lawan jenis. Saat masih muda dan testosteron masih banyak, respon seksual pria terjadi dengan cepat dan otomatis, ereksi yang terjadi juga sangat kuat.

Tapi seiring dengan bertambahnya usia, produksi hormon tersebut semakin sedikit, itulah sebabnya pria-pria paruh baya biasanya sudah tidak bergairah lagi dan kekuatan ereksinya tidak sekeras dulu. Semuanya karena testosteron yang semakin sedikit. Oleh karena itu fungsi hormon testosteron sangat penting dan kekurangan hormon testosteron dapat menyebabkan terjadinya disfungsi ereksi.

B. Neurologis

Sistem syaraf memegang peranan yang sangat penting untuk menunjang kekuatan ereksi penis. Sebagai sebuah sistem reproduksi dan seksual, semua aktifitas yang terjadi di dalam tubuh selalu atas perintah syaraf, jika terjadi gangguan pada sistem ini maka bisa dipastikan akan terjadi juga gangguan pada fungsi ereksi dan fungsi-fungsi tubuh lainnya.

Penis memiliki dua jenis syaraf otonom yaitu syaraf parasimpatis dan simpatis. Saat terjadi stimulasi seksual, sistem saraf parasimpatis mulai bekerja menyebabkan darah mengisi ruang-ruang dalam penis, terjadilah ereksi. Saat mengalami orgasme dan ejakulasi, kerja saraf parasimpatis digantikan oleh saraf simpatis, pembuluh darah menyempit dan darah akan keluar dari penis, dan penis kembali ke ukuran normal.

Dari pemaparan di atas jelas bahwa sistem syaraf sangat mempengaruhi terjadinya ereksi. Adanya gangguan pada sistem tersebut akan menyebabkan penis sulit ereksi atau disfungsi ereksi.

C. Suplai darah

Orang yang mengalami masalah dalam peredaran darah bisa dipastikan juga memiliki masalah dengan ereksinya. Darah yang terlalu kental atau jaringan pembuluh darah yang rusak akan menghambat aliran darah. Jika kerusakan tersebut terjadi pada area kelamin maka terjadilah disfungsi ereksi atau impotensi, jika kerusakan terjadi di pembuluh menuju otak maka kemungkinan yang terjadi adalah stroke.

Terkadang penderita disfungsi ereksi baru mengetahui memiliki masalah jantung setelah memeriksakan diri ke dokter. Itulah sebabnya banyak yang berpendapat bahwa disfungsi ereksi adalah gejala awal penyakit jantung.

D. Kesehatan fisik secara umum

Fisik yang sehat dan bugar akan membuat kualitas ereksi sangat baik. Jika tubuh sakit misalnya sedang flu maka gairah seks pun akan berkurang, karena gairah berkurang maka ereksi tidak terjadi meskipun saat itu ada stimulasi seksual yang mendukung. Pada dasarnya ereksi penis bisa menjadi parameter kesehatan pria, jika ereksi loyo berarti tubuh sedang tidak fit atau ada gangguan lain yang belum terdeteksi.

Untuk mendapatkan tubuh yang sehat, tubuh perlu diberi asupan makan bergizi, dilatih dengan gerakan olahraga dan di istirahatkan dengan tidur. Kurang tidur atau kurang olahraga akan membuat tubuh lemas sehingga kualitas ereksi juga akan terganggu.

Penis memang tidak bertulang dia hanya bisa keras dan tegang jika terisi penuh dengan darah. Masalahnya adalah banyak faktor yang bisa menghambat darah memasuki penis. Mekanisme terjadinya ereksi penis melalui proses yang sangat rumit meskipun dia terlihat spontan dan otomatis. Jika fisik tidak sehat atau sedang sakit maka yang bersangkutan bisa mengalami gangguan disfungsi ereksi.

***
Bagaimana anda dapat bertahan 30-60 menit lebih lama di ranjang dan secara Permanen Menyembuhkan Ejakulasi Dini.. Klik disini!
loading...