Disfungsi ereksi atau impoten adalah salah satu kondisi umum yang biasa dialami kaum pria terutama yang telah lanjut usia, tapi meskipun demikian disfungsi ereksi bukan merupakan bagian dari penuaan. Semua pria dari segala usia memiliki potensi yang sama menderita disfungsi ereksi. Ciri-ciri dan gejala disfungsi ereksi adalah ketidakmampuan untuk mendapatkan dan atau mempertahankan ereksi yang cukup keras untuk menyelesaikan aktifitas seksual.

Gejala disfungsi ereksi

Gejala disfungsi ereksi. Foto: shutterstock.com

Berikut ini beberapa ciri-ciri dan gejala disfungsi ereksi:

  1. Sulit mendapatkan ereksi
  2. Sulit mempertahankan atau menjaga penis tetap ereksi dengan keras
  3. Gairah seks menurun

Ketika seorang pria menerima stimulasi seksual baik itu bersifat fisik seperti ciuman atau rabaan dengan lawan jenis, ataupun bersifat mental seperti pikiran erotis, otaknya akan mengirim sinyal ke saraf pada penis untuk bersiap-siap melakukan aktifitas seks.

Jantung akan berdetak lebih kencang dan memompa lebih banyak darah menuju penis. Jaringan dalam penis membesar dan mengeras dan disebut ereksi. Apa saja yang mengganggu sistem syaraf atau sirkulasi darah akan menyebabkan terjadinya disfungsi ereksi.

Dan apa saja yang mempengaruhi gairah seks juga dapat menyebabkan disfungsi ereksi karena hasrat yang berkurang tidak akan memicu ereksi atau terjadi hambatan pada transfer impuls dari otak ke hipotalamus. Kondisi-kondisi psikis tertentu seperti kecemasan, marah, stres atau pikiran-pikiran negatif akan menurunkan gairah seks dan mengubah kadar hormon dalam tubuh.

Ereksi Pagi (Morning Erection) Hilang Adalah Gejala Disfungsi Ereksi

Ciri-ciri lain yang umum dirasakan oleh penderita disfungsi ereksi adalah hilangnya ereksi pagi atau morning erection. Dalam kondisi normal, semua pria akan mengalami ereksi yang keras di pagi hari saat bangun dari tidur. Kondisi ini terjadi sejak pria masih bayi. Beberapa penelitian juga menyebutkan bahwa saat masih dalam kandungan pun pria sudah mengalami ereksi di pagi hari.

Sampai sekarang fenomena morning erection ini masih diteliti. Beberapa peneliti mengatakan penyebab ereksi pagi adalah karena ada darah yang tertahan di dalam penis akibat adanya tekanan dari air seni di pembuluh darah balik, akibatnya darah sulit kembali mengalir ke jantung.

Peneliti lain mengatakan bahwa penyebab ereksi di pagi hari adalah karena saat pagi pria cenderung memproduksi hormon testosteron lebih banyak dari waktu lainnya. Hormon testosteron biasa juga disebut hormon seks dan bertanggung jawab terhadap munculnya gairah seks. Kelebihan testosteron di pagi hari menyebabkan pria mengalami ereksi meskipun tidak ada stimulasi seksual.

Pada pria yang menderita disfungsi ereksi umumnya tidak lagi mengalami ereksi pagi seperti biasanya. Kualitas ereksi dan seberapa sering ereksi di pagi hari berbanding lurus dengan kondisi disfungsi ereksi yang dialami, semakin berat keadaannya maka ereksi pagi semakin jarang atau bahkan hilang sama sekali. Seiring dengan hilangnya ereksi pagi, kualitas ereksi saat koitus (penetrasi) dengan istri juga hilang atau menurun.

Hilangnya ereksi pagi dan turunnya kemampuan ereksi saat berhubungan seks (ml) adalah pertanda atau salah satu gejala disfungsi ereksi akibat faktor fisik. Kemungkinan ada masalah kesehatan yang sedang dialami seperti masalah kardiovaskular atau masalah hormon, dan untuk memastikannya perlu dilakukan diagnosis oleh dokter terkait. Dalam situasi dimana ereksi di pagi hari masih seting terjadi tetapi mengalami masalah ereksi ketika akan berhubungan seks maka dapat dipastikan penyebabnya adalah faktor psikologis.

Umumnya semua pria yang mengalami penurunan kualitas ereksi akan merasa khawatir, sedih dan takut. Pikiran-pikiran negatif tersebut akan semakin memperparah kondisi ereksi, terutama jika disfungsi ereksi yang dialami dibiarkan berlarut-larut tanpa melakukan tindakan pengobatan atau berkonsultasi ke dokter.

Untuk mengetahui kepastian kondisi yang dialami, seorang penderita bisa melakukan tes kualitas ereksi menggunakan indeks IIEF atau konsultasi ke terapis seksual. Dan untuk mengetahui apakah anda mengalami disfungsi ereksi atau tidak, anda perlu memperhatikan kualitas ereksi saat bangun pagi dan saat berhubungan seks. Ketidakmampuan mendapatkan dan atau mempertahankan ereksi yang cukup keras saat beraktifitas seks adalah ciri dan gejala disfungsi ereksi. Gejala lainnya terlihat dari menurunnya gairah seks dan hilangnya ereksi di pagi hari.

Referensi:

***
Bagaimana anda dapat bertahan 30-60 menit lebih lama di ranjang dan secara Permanen Menyembuhkan Ejakulasi Dini.. Klik disini!
loading...