Empat Hormon Seks Pemicu Orgasme

Empat Hormon Seks Pemicu Orgasme

Seks yang hebat ternyata tidak hanya ditentukan oleh posisi seks dan gaya bercinta saja. Seks yang luar biasa ternyata juga dibangun oleh susunan hormon seks di dalam tubuh.

Hormon seks diproduksi oleh organ-organ seperti ovarium, testis, atau korteks adrenal dan mempengaruhi pertumbuhan atau fungsi organ reproduksi atau perkembangan karakteristik seks sekunder pria maupun wanita sepanjang hidupnya.

Definisi hormon adalah zat kimia yang diproduksi oleh kelenjar endokrin yang mempunyai efek tertentu pada aktifitas organ-organ di dalam tubuh. Kehadiran hormon seks dalam tubuh akan memperjelas karakteristik jenis kelamin masing-masing individu.

Hormon-hormon wanita dan pria pada umumnya dapat dibedakan menjadi estrogen atau androgen. Kedua jenis hormon tersebut dimiliki oleh laki-laki dan perempuan namun dalam kadar yang berbeda.

Kebanyakan pria memproduksi 6-8 mg hormon testosteron (androgen) setiap hari, sementara kebanyakan wanita hanya memproduksi 0,5 mg hormon yang sama setiap harinya. Hormon wanita, estrogen, juga hadir pada kedua jenis kelamin, tetapi perempuan memilikinya dalam jumlah yang lebih besar.

Estrogen adalah hormon seks yang diproduksi oleh indung telur wanita yang bertugas merangsang pertumbuhan organ seks seorang gadis, seperti payudara dan rambut kemaluan, kondisi ini dikenal dengan sebutan karakteristik seks sekunder. Estrogen juga mengatur fungsi siklus menstruasi wanita setiap bulannya.

4 Jenis Hormon Seks Utama Pria dan Wanita

Setidaknya ada empat hormon seks alami tubuh yang ikut menstimulasi syaraf ketika sedang bercinta sampai orgasme dan ejakulasi terjadi. Supaya lebih jelas, mari kita bahas satu per satu empat hormon seks tersebut dan apa saja fungsinya bagi tubuh.

1. Hormon Oxytocin

Dikenal juga dengan sebutan Cuddling Hormone. Hormon Oxytocin adalah hormon yang bertanggung jawab menciptakan ikatan emosional antara anda dan pasangan. Hormon ini juga ditemukan dalam ASI yang menjadi pencetus ikatan antara bayi dan Ibu. Dalam urusan seks, hormon ini terdapat di area hypothalamus dalam otak.

Pada wanita yang mendapat rangsangan di daerah payudara, misalnya saat daerah puting di isap pasangan maka tubuh wanita akan memproduksi hormon oxytocin yang sangat banyak. Sementara pada pria yang mengalami ejakulasi, diketahui memiliki kadar hormon oxytocin tiga kali lipat banyaknya. Hasil penelitian terakhir menunjukkan bahwa semakin banyak hormon oxytocin yang dihasilkan saat bercinta maka semakin kuat orgasme yang dirasakan.

2. Hormon Endorfin

Hormon ini biasa juga disebut Morfin alami tubuh karena sifatnya yang bisa menghilangkan rasa sakit. Hormon endorfin dihasilkan oleh kelenjar pituari dan hypothalamus di daerah tulang belakang saat sedang bercinta atau sedang berolah raga. Hormon endorfin menghasilkan rasa nyaman dan rasa senang saat orgasme. Sehingga bisa dikatakan salah satu manfaat seks adalah membuat tubuh memproduksi hormon endorfin.

Selain bersifat analgesik atau pereda rasa sakit, hormon endorfin juga dapat mengendalikan respon tubuh terhadap stres, mengatur kontraksi dari dinding usus, dan menentukan suasana hati. Endorfin dilepaskan tubuh saat melakukan hubungan seksual dan semakin banyak saat mencapai orgasme yang akhirnya dapat meningkatkan mood dan menghilangkan stres.

3. Hormon Adrenalin

Adrenalin adalah hormon yang diproduksi di medula dari kelenjar adrenal sebelum dilepaskan ke dalam aliran darah. Efek hormon adrenalin adalah mempersiapkan tubuh untuk menghadapi kondisi ‘fight or flight’. Adrenalin akan bekerja meningkatkan denyut jantung, meningkatkan tekanan darah, memperluas saluran udara dari paru-paru, memperbesar pupil mata, dan mendistribusikan darah ke otot-otot.

Hormon ini disebut juga hormon lelaki dan akan dihasilkan berlipat-lipat kali banyaknya saat bercinta. Jantung yang berdetak cepat dan aliran darah yang mengalir kencang ke otot-otot tubuh, semuanya dipicu oleh hormon adrenalin. Hormon ini akan mengaktifkan syaraf dan mempercepat aliran darah di seluruh tubuh selama bercinta.

Inilah alasan mengapa anda merasa begitu kuat ketika bercinta, seperti punya tenaga dalam, anda melakukan gerakan-gerakan seks tanpa henti meski nafas anda terengah-engah. Semuanya itu disebabkan hormon seks adrenalin anda.

4. Hormon Testoterone

Hormon testosteron dihasilkan oleh testis pada pria dan indung telur pada wanita. Fungsi hormon testosteron adalah meningkatkan libido anda, itulah sebabnya hormon testosteron biasa juga disebut hormon seks terutama pada pria. Testosteron adalah hormon dominan pada pria, berfungsi mempertahankan massa otot yang sehat, menjaga stamina, dan kekuatan. Testosteron juga bertanggung jawab terhadap libido, energi, kepadatan tulang, dan memori.

Testosteron juga diperlukan dalam jumlah yang lebih sedikit dalam tubuh wanita. Kekurangan testosteron pada wanita dapat menyebabkan dampak negatif seperti energi yang rendah, dan penurunan gairah seks. Kekurangan testosteron pada pria dapat menyebabkan kelelahan, perubahan suasana hati, libido rendah, dan irritability.

Produksi hormon testosteron mulai menurun pada saat pria mencapai usia 35 tahun, yang menyebabkan ketidakseimbangan antara testosteron dan estrogen dalam tubuhnya. Terlalu banyak testosteron dapat menyebabkan agresi, depresi, impotensi, dan libido yang berlebihan.

Baca juga:

Perubahan kadar hormon dalam tubuh terjadi seiring dengan bertambahnya usia yang menyebabkan timbulnya gejala-gejala tidak mengenakkan seperti vagina kering pada wanita, sulit orgasme, sulit ereksi, dan gairah seks rendah. Dengan mengetahui apa penyebab hormon menurun akan membantu menyelesaikan masalah seksual yang mungkin sedang dialami.

Saat ini terapi penggantian hormon menjadi salah satu metode untuk mengembalikan gairah seks yang rendah pada pria maupun wanita. Demikian 4 hormon seks yang umum terdapat di dalam tubuh pria dan wanita.

***
Bagaimana anda dapat bertahan 30-60 menit lebih lama di ranjang dan secara Permanen Menyembuhkan Ejakulasi Dini.. Klik disini!
loading...