Jarang berhubungan seks sebabkan disfungsi ereksi

Jarang berhubungan seks sebabkan disfungsi ereksi

Di masyarakat, disfungsi ereksi lebih dikenal dengan istilah impotensi yang diartikan sebagai ketidakmampuan penis untuk mengalami ereksi yang cukup keras untuk melakukan hubungan seksual sampai selesai.

Ada banyak faktor penyebab disfungsi ereksi tapi secara umum dapat dibagi menjadi dua bagian utama yaitu karena faktor fisik seperti karena sedang menderita penyakit tertentu dan faktor psikis yang meliputi masalah kejiwaan seperti stres, cemas dan berbagai sikap negatif lainnya.

Salah satu penyebab disfungsi ereksi yang jarang diketahui orang adalah jarang berhubungan seks. Semakin jarang seseorang berhubungan intim maka kualitas ereksi semakin menurun.

Jaringan erektil yang seharusnya bekerja aktif menjadi pasif alias jarang bekerja, dan seperti banyak hal lainnya sesuatu yang jarang digunakan lambat laun akan rusak atau mengalami malfungsi.

“Tidak berhubungan seks dalam waktu yang lama akan menyebabkan jaringan erektil jarang dilalui oleh darah menyebabkan area ini mudah mengalami gangguan,” ujar dr Nouval, dokter ahli urologi dari RS Premier Bintaro dikutip dari Kompas.

Nouval menjelaskan, jika jaringan erektil rusak maka semakin sulit pula penderita mempertahankan ereksinya dan akibatnya penis akan lembek atau lemas padahal hubungan seksual masih sedang berlangsung.

Sebuah penelitian pernah dilakukan dan menemukan bahwa pria berusia antara 30-75 tahun yang rutin berhubungan seks mengalami penurunan risiko disfungsi ereksi.

Gairah Seks Menurun Sebabkan Disfungsi Ereksi

Mengapa orang jarang berhubungan seks? Penyebab paling umumnya adalah karena gairah seks menurun, gairah sudah tidak membara seperti dulu lagi.

Tapi mengapa gairah seks menurun? Disinilah peran dokter dalam menganalisa pasien yang datang konsultasi. Dalam beberapa kasus dokter biasanya membutuhkan tambahan data dari laboratorium untuk mengetahui kondisi kesehatan fisik penderita.

Ada beberapa faktor penyebab seseorang tidak bergairah untuk melakukan hubungan intim seperti sedang mengalami masalah di kantor, stres, cemas, takut gagal atau karena sedang sakit dan butuh istirahat.

Setelah masalah selesai atau setelah beristirahat yang cukup, tubuh akhirnya fit kembali dan gairah kembali normal.

Dalam beberapa kasus, gairah seks menurun terjadi karena kadar hormon testosteron yang rendah. Dan kondisi ini adalah sangat normal dialami oleh pria berusia 40 tahun ke atas. Inilah alasan mengapa kebanyakan pria dewasa di atas 40 tahun mengalami disfungsi ereksi.

Baca juga: 

Dr. Nouval menjelaskan, seiring dengan usia yang bertambah, gairah seks juga akan menurun karena kadar testosteron pada pria di atas 40 tahun juga menurun drastis. Dalam hal ini terapi testosteron bisa diterapkan untuk menyembuhkan disfungsi ereksi yang dialami.

Oleh karena itu, agar jaringan erektil tetap sehat sebaiknya hubungan seksual tetap dilakukan setidaknya dua kali dalam seminggu, sesuai dengan rekomendasi dari Badan Kesehatan Dunia WHO.

Disfungsi ereksi harus disembuhkan karena dapat menurunkan kualitas hidup dan bahkan dapat mempengaruhi keharmonisan rumah tangga. Tidak sedikit rumah tangga yang akhirnya bubar karena masalah seksual yang satu ini.

Selain karena jarang berhubungan seksual, disfungsi ereksi juga bisa disebabkan oleh beberapa penyakit seperti diabetes, gangguan pada saraf, hipertensi, dan gangguan pada produksi hormon.

Selain itu bisa juga karena ada masalah kejiwaan, seperti karena mengalami stres, depresi, takut gagal dan kurang percaya diri.

Apapun penyebabnya gangguan seksual ini harus segera diatasi, karena semakin lama maka gangguan akan semakin berat dan tentu saja semakin sulit disembuhkan.

***
Bagaimana anda dapat bertahan 30-60 menit lebih lama di ranjang dan secara Permanen Menyembuhkan Ejakulasi Dini.. Klik disini!
loading...