Jenis-jenis seks oral yang perlu anda ketahui.

Jenis-jenis seks oral yang perlu anda ketahui.

Oral seks adalah salah satu aktivitas seks non penetrasi yang menggunakan mulut atau lidah sebagai stimulan untuk merangsang alat kelamin pasangan yaitu organ reproduksi eksternalnya atau organ sensitif lainnya.

Aktivitas sex oral meliputi mencium, menjilat, menghisap, menggigit, dan meniup, itulah sebabnya oral seks kadang menjadi bagian dari foreplay atau pemanasan tapi meski demikian tidak sedikit pasangan yang mencapai klimaks hanya dengan melakukan seks oral saja.

Selama bertahun-tahun, oral seks dianggap sebagai aktifitas seks yang aman dan memuaskan. Berikut ini beberapa alasan mengapa banyak pria dan wanita menyukai seks oral:

  • Seks oral membantu pihak wanita mencapai klimaks
  • Oral sebelum penetrasi membantu pihak pria mendapatkan ereksi yang keras
  • Sex oral lebih aman dan tidak menyebabkan kehamilan.

Jumlah orang yang melakukannya pun sangat banyak. Dalam sebuah survei di Inggris beberapa waktu lalu diketahui bahwa hampir seluruh pasangan dari segala usia pernah melakukan oral sex dengan persentase terbanyak ada pada mereka yang berusia antara 25-34 tahun dengan jumlah 80%.

5 Jenis Seks Oral yang Perlu Anda Ketahui

Seks oral pada umumnya menggunakan mulut dan lidah sebagai subyek, sedangkan obyek dari aktifitas ini bisa sangat bermacam-macam, contohnya alat vital atau kelamin pasangan, puting, jari-jari dan bahkan anus.

Berdasarkan obyeknya, seks oral terbagi atas beberapa jenis yaitu:

  1. Cunnilingus, kadang-kadang disebut sebagai cunnilinctus adalah rangsangan seks oral pada vagina wanita dan/atau vulva, terutama pada daerah klitoris menggunakan bibir dan lidah pasangan. Aktifitas cunnilingus biasanya disertai dengan penetrasi jari ke dalam vagina untuk merangsang titik G-spot wanita. Sebuah laporan menyebutkan bahwa di Inggris sekitar 70 persen orang pernah melakukan Cunnilingus.
  2. Fellatio adalah bagian dari seks oral dimana mulut dan lidah pasangan melakukan stimulasi pada penis, proses fellatio dilakukan dengan menjilat atau mengisap. Orang-orang sering salah menyebut fellatio dengan istilah Blow Job. Kenyataannya, tidak benar melakukan aktivitas “meniup” ketika melakukan Fellatio ataupun Cunnilingus.
  3. Nippling adalah menghisap atau menjilat puting pasangan. Seperti diketahui daerah payudara dan terutama puting adalah salah satu titik birahi pada pria maupun wanita. Aktifitas Nippling sama sekali tidak memiliki resiko infeksi. Beberapa pria dan wanita memiliki titik sensitif atau g-spot di daerah nipple sehingga membuat cepat orgasme jika area tersebut menerima rangsangan yang intens.
  4. Shrimping adalah menjilat atau mengisap jari-jari kaki pasangan, biasanya dilakukan dikalangan orang yang sangat tertarik atau terangsang dengan tampilan kaki yang seksi. Shrimping juga tidak memiliki resiko kecuali jamur kulit jika kulit pasangan tidak bersih.
  5. Oro-anal sex – sering disebut sebagai ‘rimming’ – adalah stimulasi anus pasangan dengan lidah atau bibir. Stimulasi dilakukan baik pada pria maupun wanita. Pada pria, daerah sekitar anus adalah salah satu area g-spot pria yang bisa menambah gairah seks. Rimming sangat beresiko mengakibatkan transfer kuman ke mulut.

Beberapa pasangan melakukan cunnilingus dan fellatio dalam waktu yang bersamaan. Wanita mengoral alat kelamin pria yang sedang melakukan cunnilingus pada organ intim wanita tersebut. Dalam masyarakat posisi ini dikenal dengan sebutan gaya 69, bila dilihat dari samping, tubuh kedua pasangan tersebut terlihat seperti angka ‘6’ dan ‘9’.

Oral seks tidak berisiko menyebabkan kehamilan tapi bisa menjadi medium penularan penyakit seksual seperti herpes terutama jika dilakukan dengan pasangan yang sebelumnya memiliki riwayat penyakit menular. (baca: bahaya seks oral)

Tips Melakukan Beberapa Jenis Seks Oral

Saat ini dengan banyaknya pemberitaan mengenai penyakit akibat hubungan seksual, sudah banyak orang yang merasa khawatir pasca melakukan seks oral.

Fakta bahwa 81% orang yang melakukan seks oral tidak menggunakan kondom menimbulkan kekhawatiran serius, apalagi dengan diketahuinya bahwa Virus HPV-16 dan 18 (Human Papilloma Virus) yang menyebabkan kanker serviks ditularkan melalui seks oral.

Berikut ini beberapa tips cara melakukan jenis-jenis oral seks yang aman:

  • Hindari melakukan oral seks jika ada luka terbuka pada alat vital ataupun pada gusi, bibir dan lidah.
  • Jangan lakukan oral jika salah satu pasangan mengalami infeksi menular seksual misalnya, herpes genital atau kutil kelamin.
  • Tunggu minimal 30 menit setelah anda menyikat gigi atau flossing. Beberapa terapis bahkan menyebut tidak perlu sikat gigi sebelum oral seks. Perlu diketahui menyikat gigi ataupun flossing, berpotensi menyebabkan terjadinya luka terbuka meski kecil seperti iritasi pada gusi dan pendarahan.
  • Supaya lebih aman gunakan kondom saat melakukan oral sex.
  • Sebisa mungkin hindari oro-anal sex kecuali anda yakin ekosistem anus pasangan anda betul-betul aman dari bakteri atau kuman.
  • Menarik penis dari mulut pasangan seksual sebelum ejakulasi terjadi

Oral seks pada dasarnya memiliki banyak manfaat tapi jika disalahgunakan tetap mendatangkan risiko seperti kanker mulut yang disebabkan oleh human papilloma virus (HPV). Karenanya, seks oral yang aman adalah oral yang dilakukan kepada pasangan sendiri.

Gonta-gonti pasangan sangat beresiko terjangkit Penyakit Menular Seksual (PMS) meskipun potensi kehamilan sangat tipis atau bahkan tidak ada.

Pada dasarnya oral seks adalah salah satu bagian penting dari aktivitas seksual yang sehat; namun, seperti halnya perilaku seksual lainnya, jenis oral seks tetap berisiko menjadi medium penularan penyakit menular seksual (PMS) dan HIV / AIDS.

Demikian informasi singkat jenis oral seks yang perlu diketahui. Ingat, untuk selalu setia pada pasangan agar terhindar dari bahaya akibat melakukan seks oral.

***
Bagaimana anda dapat bertahan 30-60 menit lebih lama di ranjang dan secara Permanen Menyembuhkan Ejakulasi Dini.. Klik disini!
loading...