Malam pertama tidak berdarah

Malam pertama tidak berdarah

Malam pertama adalah malam yang dinanti-nanti banyak orang. Malam pernikahan ketika pasangan pria dan wanita telah resmi menjadi suami istri. Tapi malam pertama juga adalah malam yang menakutkan bagi sejumlah wanita, takut jika malam pertama tidak berdarah.

Salah satu mitos malam pertama yang banyak dipercayai orang adalah malam pertama wanita harus berdarah, jika tidak berarti dia sudah tidak perawan alias sudah pernah berhubungan seks dengan lelaki lain.

Bagi wanita-wanita yang memang sudah pernah melakukan hubungan seks sebelum menikah tentu tahu dirinya tidak akan lagi mengeluarkan darah perawan di malam pertamanya. Dan jika itu tidak dikomunikasikan terlebih dahulu dengan calon suami, maka hal tersebut bisa menjadi sumber pertengkaran di kemudian hari

Tapi beberapa wanita yang masih suci juga bisa tidak mengeluarkan darah saat bercinta pertama kali. Wanita-wanita inilah yang biasanya beranggapan malam pertama sebagai malam yang menakutkan, mereka takut mengecewakan suami.

Menurut para ahli, memang ada kemungkinan malam pertama tidak berdarah. Penyebabnya ada beberapa hal, yaitu:

  • Pertama, malam pertama tidak berdarah karena mereka memang sudah tidak perawan lagi dan baru ketahuan saat malam pengantin

Darah yang tidak keluar di malam pertama adalah bukti otentik bahwa istri sudah pernah berhubungan seks dengan pria lain. Dalam hal ini suami memang kadang merasa bingung, waktu masih pacaran mengaku perawan tapi di malam pengantin kenapa tidak keluar darah?

Keterbukaan dan kejujuran sebelum  menikah memang sangat dibutuhkan agar supaya hal-hal seperti ini tidak terjadi di malam pengantin mereka.

  • Kedua, sebenarnya sang istri masih perawan tapi area intimnya pernah mengalami cedera akibat terjatuh pada satu masa dalam hidupnya yang membuat selaput daranya robek.

Perawan tidaknya seorang wanita diukur dari pernah atau tidak sebuah penis melakukan penetrasi ke dalamnya yang menyebabkan sepalut dara sobek. Dalam situasi tertentu selaput dara bisa saja sobek akibat sebab lain misalnya kecelakaan atau cedera saat terjatuh.

Dalam situasi seperti ini suami perlu dan wajib mempercayai istri agar rumah tangga mereka tetap harmonis dan langgeng.

  • Ketiga, istri pernah mengalami pelecehan seksual atau menjadi korban pemerkosaan yang menyebabkan keperawanannya hilang.

Keperawanan juga bisa hilang akibat pemerkosaan yang alami istri dulu saat masih gadis. Kasus seperti ini tentu menyebabkan selaput dara sobek dan di malam pertama tidak lagi berdarah. Dalam kasus seperti ini komunikasi dan kepercayaan dari suami memang mutlak dibutuhkan.

  • Keempat, istri masih perawan tapi jenis selaput daranya lebih tebal dan kurang elastis sehingga tidak mudah koyak ketika berhubungan intim pertama kalinya.

Oleh karena belum koyak atau koyaknya belum sampai ke tepi cincin selaput dara maka kemungkinan berdarah jadi kecil, atau bahkan sama sekali tidak berdarah. Dalam beberapa kasus perdarahan kadang terjadi beberapa hari setelah lewat malam pertama.

Demikian empat alasan mengapa malam pertama istri tidak berdarah. Bukti bahwa sang istri masih perawan tidak bisa ditunjukkan dengan ada tidaknya darah di malam pertama. Sebab seperti dijelaskan di atas, ada beberapa faktor yang menjadi penyebab malam pertama tidak berdarah dan penyebab itu tidak selalu karena istri sudah pernah berhubungan seks dengan pria lain sebelumnya.

Malam Pertama Tidak Berdarah Bukan Berarti Tidak Lagi Perawan

Malam pertama dan darah memang sulit dipisahkan. Baik pria maupun wanita sama-sama menanti dengan harap-harap cemas tetesan darah yang keluar dari vagina saat berhubungan seks di malam pertama pernikahan. Jika istri merasa sakit dan ada darah yang mengucur dari vagina maka suami merasa senang, puas dan semakin sayang dengan istrinya.

Kendati masih gadis dan belum pernah mengalami cedera selaput dara, malam pengantin bisa saja berakhir tanpa terlihat adanya tetesan darah. Secara medis ini bisa dimengerti sebab selaput dara tidak selalu harus berdarah sekalipun sang istri masih perawan.

Banyak wanita yang bertanya apakah selalu ada darah yang keluar ketika berhubungan seks pertama kali? Jawabannya variatif. Beberapa wanita mengeluarkan darah yang banyak tapi tidak sedikit wanita yang tidak berdarah sedikitpun.

Berdasarkan sifat lubang-lubangnya dan elastisitasnya, selaput dara terdiri atas beberapa jenis. Pada wanita yang selaput daranya tebal dan kaku, besar kemungkinan selaput daranya tidak berdarah di malam pertama pernikahannya. Nanti di malam-malam berikutnya setelah beberapa kali penis penetrasi selaput dara baru sobek dan terjadi perdarahan.

Atau bahkan untuk jenis selaput dara yang sangat kaku, tidak akan sobek dan berdarah meski melakukan hubungan seks berulang kali. Selaput dara jenis ini baru benar-benar koyak setelah sang wanita melahirkan anak.

Kasus malam pertama dimana sang pengantin wanita tidak berdarah sering menjadi prahara di awal pernikahan. Karena curiga istri tidak berdarah saat senggama membuat suami berpikir istrinya sudah tidak gadis lagi. Padahal meski tidak berdarah, sang istri belum tentu tidak perawan. Masalah seperti ini tidak jarang berbuah dengan perceraian.

Karena itu pentingnya memahami pengetahuan seks bagi remaja pria maupun wanita. Kalau saja setiap suami tahu bahwa selaput dara itu ada beberapa jenis, tentu dia akan lebih arif menghadapi istri yang sesungguhnya masih perawan meskipun tidak berdarah di malam pertamanya.

Demikian penjelasan singkat mengapa di malam pengantin saat berhubungan intim pertama kali darah kadang tidak keluar dari vagina wanita, malam pertama tidak berdarah bukan berarti sudah tidak perawan. Bagaimana menurut anda?

***
Bagaimana anda dapat bertahan 30-60 menit lebih lama di ranjang dan secara Permanen Menyembuhkan Ejakulasi Dini.. Klik disini!
loading...