10 mitos dan fakta seks

10 mitos dan fakta seks

Mitos adalah kisah atau berita dalam masyarakat yang tidak benar yang menceritakan sebuah kejadian dari sudut pandang non sains. Dalam ilmu seksualitas, seks pun memiliki mitos.

Seks adalah sesuatu yang natural, dia muncul bersama dengan kelahiran kita dan ikut bersama kita setiap hari. Dengan seks manusia bisa berkembang dan mempertahankan keturunannya sampai sekarang.

Sayangnya, dalam masyarakat ada banyak sekali informasi seks yang tidak benar atau simpang siur yang memicu munculnya banyak mitos seks dalam masyarakat. Parahnya mitos seks yang tidak ilmiah tersebut cenderung dipercaya, salah satu contohnya adalah mitos tentang malam pertama yang dianggap sakral oleh banyak pasangan yang baru menikah.

Banyak mitos seks yang muncul dari pengalaman religius masyarakat. Pengalaman spiritual seorang tokoh di masyarakat terhadap seks yang dialami bisa menjadi contoh bagi anggota masyarakat lainnya. Padahal semua informasi mengenai seks perlu divalidasi kebenarannya secara logis.

Bersikap kritis terhadap semua informasi adalah salah satu cara terbebas dari mitos. Contohnya, malam pertama tidak berdarah berarti istri sudah tidak perawan. Ini pastilah mitos seks, karena faktanya tidak semua wanita mengalami perdarahan di malam pertama.

Di artikel seksualitas.net kali ini kita akan membahas beberapa mitos seks yang terlanjur berkembang di masyarakat. Nanti akan kita lihat bagaimana fakta sebenarnya dari mitos tersebut:

1. Seks itu kotor

Mitos ini umumnya muncul dari pemahaman kuno terhadap seks. Banyak orang yang menganggap seks itu kotor, seks itu menjijikkan, seks itu dosa. Semuanya berasal dari pemahaman kuno yang menganggap seks sebagai perbuatan syetan. Faktanya, beberapa agama saat ini menganggap seks sebagai hal yang suci dan fitrah manusia. Melakukan seks adalah sifat dasar manusia, yang perlu diperhatikan adalah mengontrolnya agar seks tidak dilakukan secara bebas dan tanpa batas.

2. Hubungan seks terjadi secara spontan

Mitos ini muncul karena pengaruh film-film di televisi yang mempertontonkan bagaimana dua orang yang bertemu, saling tertarik dan mengakhirinya dengan seks. Faktanya, seks tidak semudah itu. Faktor gairah seks atau libido hanya salah satu hal yang mempengaruhi keberhasilan seks, masih ada faktor lain yang perlu diperhatikan seperti komunikasi, rasa nyaman, situasi dan faktor internal.

3. Pria memiliki dorongan seks yang lebih besar daripada wanita

Ini adalah mitos seks yang paling dipercaya orang. Faktanya, dorongan seks pria dipengaruhi oleh beberapa faktor yang juga sama mempengaruhi libido wanita seperti kualitas tidur, tingkat kesehatan, stres, kondisi medis, kepercayaan diri, dan ketidakharmonisan hubungan. Hal-hal tersebut menyebabkan gairah seks pria berfluktuasi naik dan turun, seperti halnya wanita.

4. Seks hanya untuk anak muda

Kemampuan seks yang cenderung menurun seiring dengan bertambahnya usia membuat orang percaya bahwa seks hanya untuk anak muda saja. Faktanya, seks adalah faktor penting bagi kesehatan fisik dan emosional seseorang, berapapun usianya. Hal ini mungkin disebabkan oleh mitos lainnya yang menyebut seks sebagai tindakan penetrasi belaka.

5. Ukuran penis menentukan kepuasan seks

Banyak pria yang beranggapan ukuran penis sangat penting untuk memuaskan wanita. Faktanya hanya sedikit wanita yang menganggapnya seperti itu dan sebagian besar wanita berharap pria memiliki ereksi yang keras dan mampu tahan lama saat bercinta.

6. Oral seks lebih aman dari seks vaginal dan anal

Banyak remaja yang memilih melakukan oral seks ketimbang berhubungan seks vaginal karena merasa lebih aman karena tidak menyebabkan kehamilan. Faktanya, oral seks dapat menyebabkan penularan penyakit kelamin karena terjadi pertukaran cairan di mulut atau tenggorokan.

7. Impotensi adalah penyakit orang tua

Ini adalah mitos seks yang banyak dipercaya terutama oleh anak muda. Faktanya, remaja pria bisa juga mengalami impotensi atau disfungsi ereksi saat berhubungan seks, meskipun penyebabnya sebagian besar adalah karena faktor psikologis. Di sisi lain, pria berusia tua juga bisa saja memiliki ereksi yang keras jika tubuh sehat dan tidak ada masalah yang mempengaruhi pikiran.

8. Posisi seks berdiri bisa mencegah kehamilan

Posisi seks berdiri tidak akan mencegah sperma gagal membuahi sel telur jika hubungan seks dilakukan pada masa subur wanita. Ini adalah mitos seks yang dipercaya oleh anak muda yang sering melakukan hubungan seks di luar nikah. Karena takut pacar hamil maka melakukan posisi berdiri saat ngeseks. Faktanya, selama ada sperma yang berhasil membuahi sel telur maka kehamilan bisa terjadi, apapun posisinya.

9. Malam pertama harus berdarah 

Mitos ini terutama berkembang di dalam masyarakat yang tidak berpendidikan. Faktanya, banyak wanita yang memiliki selaput dara yang elastis sehingga meskipun melakukan hubungan seks tidak akan membuat selaput daranya robek. Di sisi lain penyebab selaput dara sobek tidak selalu akibat benda tumpul yang masuk ke vagina. Olah raga keras atau terjatuh bisa menyebabkan perdarahan di vagina.

10. Seks harus berakhir dengan orgasme

Mitos seks ini umumnya dipercaya oleh wanita. Itulah sebabnya mereka selalu berbohong mengenai orgasme yang dicapai. Faktanya seks tidak musti berakhir dengan orgasme atau ejakulasi. Perasaan intim dan penuh cinta saat berhubungan seks jauh lebih penting daripada orgasme itu sendiri.

Demikian 10 mitos seks yang umumnya dipercaya oleh masyarakat. Setiap negara atau bangsa dan kepercayaan biasanya memiliki mitos yang berbeda-beda, dan sejauh mana mitos tersebut mempengaruhi masyarakat biasanya tergantung dari tingkat pendidikan dan kesejahteraan masyarakat itu.

***
Bagaimana anda dapat bertahan 30-60 menit lebih lama di ranjang dan secara Permanen Menyembuhkan Ejakulasi Dini.. Klik disini!
loading...