Organ reproduksi pria

Organ reproduksi pria dan fungsinya

Organ reproduksi pria memiliki dua fungsi utama yaitu untuk menghasilkan sel sperma dan menyalurkan sel sperma tersebut ke dalam liang vagina wanita. Tujuan akhir dari sistem reproduksi pria adalah terjadinya pembuahan sel telur oleh sperma di dalam rahim wanita.

Seorang pria memang tidak bisa melahirkan namun pria berperan dalam proses reproduksi. Sperma yang ada dalam organ reproduksi pria dapat membuahi sel telur wanita. Sperma akan disalurkan melalui vagina dan kemudian mengalir menuju rahim.

Kemudian jutaan sperma masuk ke dalam vagina wanita dan mulai bergerak mencari sel telur yang sudah masak dan siap dibuahi di dalam tuba fallopi. Setelah pembuahan berhasil dilakukan, peran organ reproduksi pria untuk sementara berhenti.

Tidak seperti wanita yang organ reproduksinya terletak di dalam tubuh, organ reproduksi pria ada yang terdapat di dalam tubuh dan ada juga yang berada di luar. Organ reproduksi pria ini terdiri dari organ reproduksi primer dan sekunder.

Organ Reproduksi Primer

Organ reproduksi primer pria terdiri atas testis dan penis. Keduanya tampak berada di luar tubuh pria dan memiliki fungsi yang berbeda. Testis berfungsi untuk menghaslkan sperma sementara penis befungsi untuk mengalirkan sperma tersebut keluar dari tubuh.

1. Testis (buah pelir)

Gambar testis dan penis

Gambar testis dan penis

Testis adalah alat reproduksi pria yang menggantung di pangkal batang penis dan dibungkus oleh kantung yang disebut scrotum. Terdapat dua buah testis yang terletak di dalam scrotum. Testis tersebut terletak pada bagian depan perineum dan berada di bawah zakar.

Fungsi dari testis adalah menghasilkan sel sperma dan hormon testosteron. Fungsi tersebut berlangsung terus menerus sejak seorang pria memasuki masa remaja sampai dia mati. Bentuk testis memiliki panjang kurang lebih 5 cm dan diameter 3 cm, testis juga diliputi oleh selaput putih yang kokoh.

Di dalam testis terdapat saluran yang berkelok-kelok dan dindingnya dilapisi oleh sel-sel epitel germinal yang menghasilkan sel sperma. Jenis sel lain yang terletak di antara saluran-saluran tersebut disebut sel interstisiil. Sel interstisiil adalah sel penghasil hormon pada pria.

Kalau wanita hanya memproduksi satu buah sel telur masak dalam sebulan maka seorang pria dapat memproduksi sel sperma sebanyak 150 juta sel dalam waktu 24 jam. Dan setiap ejakulasi terjadi, pria akan mengeluarkan sperma sebanyak 100 hingga 300 juta sel. Jika pria tidak melakukan hubungan seksual maka sel sperma yang telah diproduksi oleh testis tadi akan diserap kembali oleh tubuh secara alamiah.

Dari jutaan sel sperma yang disemprotkan ke dalam rahim wanita, hanya akan ada satu sel sperma yang dapat membuahi sel telur. Sperma yang lain akan mati dan keluar melalui lubang vagina, secara alamiah.

2. Penis (zakar)

Penis adalah organ reproduksi pria eksternal yang berbentuk silinder dan di dalamnya terdapat saluran kencing. Saluran kencing tersebut juga berfungsi sebagai saluran yang dilalui cairan semen dan sperma ketika disemprotkan ke dalam liang vagina.

Pada saat akan melakukan hubungan seksual, penis akan menegang dan mengeras karena darah balik dihambat. Hal ini biasa disebut ereksi. Dengan terjadinya ereksi, penis dapat dengan mudah memasuki liang vagina. Proses ini disebut hubungan seksual penetratif.

Setelah melalui rangsangan yang cukup lama, akan terjadi ejakulasi, yaitu disemprotkannya cairan sperma dan semen ke dalam liang vagina wanita. Setelah senggama selesai, ukuran penis akan mengecil kembali seperti semula karena kadar darah balik yang tadi dihambat di dalam penis kembali mengalir.

Jika diperhatikan, saluran kencing dan saluran tempat mengalirnya sperma adalah sama, yaitu uretra. Namun pada saat ejakulasi, klep yang ada pada bagian yang disebut vas deferens akan menutupi jalannya air seni dari kandung kencing. Oleh karena itu, ejakulasi tidak akan terjadi bersamaan dengan keluarnya air kencing. Yang paling mungkin terjadi adalah air kencing akan keluar setelah ejakulasi terjadi.

Organ Reproduksi Pria Sekunder

Organ reproduksi sekunder adalah organ tubuh pria yang berkaitan dengan fungsi reproduksi tapi tidak berhubungan langsung dengan proses reproduksi. Organ reproduksi sekunder pria terdiri atas Prostat dan Seminal vesicle.

1. Kelenjar Prostat

Posisi dan gambar prostat

Posisi dan gambar prostat

Prostat adalah kelenjar yang terletak di bagian belakang saluran sperma. Fungsi prostat adalah menghasilkan semen (air mani) yang menjadi nutrisi bagi sperma dan sekaligus alat trasportasi sperma saat keluar dari penis menuju rahim wanita. Karena fungsinya sangat vital maka menjaga kesehatan prostat harus diperhatikan baik.

Pada prostat terdapat sebuah saluran yang berfungsi mengalirkan cairan yang diproduksi oleh prostat untuk membuat cairan semen lebih encer. Kelenjar prostat juga menjadi sumber utama dari hormon prostaglandin. Kelenjar prostat akan mengeluarkan cairan alkali yang encer, mengandung asam sitrat, kalsium, dan beberapa zat lain.

Selama ejakulasi terjadi, kelenjar prostat akan berkontraksi serentak dengan duktus deferens dan seminal vesicle. Cairan yang diproduksi oleh kelenjar prostat menambah banyaknya semen (air mani).

Sifat alkali cairan prostat sangat penting untuk keberhasilan fertilisasi (pembuahan). Cairan dari duktus deferens relatif asam karena adanya hasil akhir metabolisme sperma. Cairan asam ini bersifat menghambat fertilitas dan motilitas sperma.

Sekresi vagina pada wanita juga bersifat asam (pH 3,5 sampai 4). Sel sperma tidak dapat bergerak optimum sampai pH cairan sekitarnya meningkat menjadi sekitar pH 6 sampai 6,5. Cairan dari prostat akan menetralkan keasaman cairan dari seminal vesicle.

2. Seminal Vesicle

Gambar kantung Seminal Vesicle

Gambar kantung Seminal Vesicle

Seminal vesicle atau vesikula seminali disebut juga kantung semen atau kantung mani. Seminal vesicle adalah sebuah kantung kecil di bawah prostat yang berfungsi menghasilkan cairan yang disebut semen (air mani). Cairan ini membuat sel-sel sperma yang dikeluarkan oleh testis menjadi lebih encer sehingga mudah disemprotkan keluar.

Semen yang diejakulasikan pria terdiri dari cairan duktus deferens, vesikula seminalis, kelenjar prostat, dan kelenjar di mukosa. Cairan semen yang paling utama adalah vesikula seminalis (sekitar 60%) yang diejakulasikan terakhir dan berperan dalam mengeluarkan sel sperma dari duktus ejakulasi dan uretra.

Rata-rata pH semen gabungan sekitar 7,5, cairan prostat yang alkali akan menetralkan keasaman semen yang lain yang bersifat asam. Cairan prostat memberikan bentuk semen seperti susu, sedangkan cairan dari seminal vesicle dan dari kelenjar di mukosa memberikan konsistensi mukoid pada semen.

Fibrinogen yang dihasilkan oleh seminal vesicle menyebabkan koagulasi cairan semen, setelah 15-20 menit berikutnya terjadi lisis oleh karena fibrinolisin yang dibentuk dari profibrinolisin dari prostat. Pada menit-menit pertama setelah ejakulasi, sel sperma tetap relatif tidak bergerak, mungkin karena terkoagulasi. Namun setelah koagulasi larut. sel sperma segera aktif seperti mobil yang bergerak lincah.

Dalam banyak hal tubuh pria dan wanita tidak jauh berbeda seperti mereka sama-sama memiliki jantung, hati, paru-paru dan ginjal. Tetapi pria dan wanita memiliki organ reproduksi yang berbeda. Organ-organ inilah yang memungkinkan pria dan wanita menjalankan fungsi reproduksi dan melangsungkan keturunan.

Organ reproduksi pria berfungsi untuk menjalankan fungsi reproduksi. Sperma sebagai sel pria diproduksi di dalam organ-organ ini dan kemudian disalurkan ke liang vagina melalui proses penetratif penis sehingga terjadilah pembuahan di dalam rahim wanita.

***
Bagaimana anda dapat bertahan 30-60 menit lebih lama di ranjang dan secara Permanen Menyembuhkan Ejakulasi Dini.. Klik disini!
loading...