Disfungsi ereksi sebabkan penyakit jantung

Pria penderita disfungsi ereksi lebih rentan menderita penyakit jantung. Foto: detik

Penyakit jantung terjadi akibat adanya gangguan pada pembuluh darah di tubuh. Menurut para ahli, gangguan yang sama juga dapat menyebabkan terjadinya masalah kesehatan lain, contohnya disfungsi ereksi.

Peyebab serangan jantung bermacam-macam, mulai dari gaya hidup yang tidak sehat sampai dengan faktor gen atau keturunan, semuanya bisa mengakibatkan seseorang menderita serangan jantung yang tiba-tiba.

Sebuah riset  terbaru yang meneliti tentang hubungan disfungsi ereksi dengan penyakit jantung menyebutkan bahwa pria penderita disfungsi ereksi lebih rentan menderita penyakit jantung.

Disfungsi ereksi adalah masalah seksual yang ditandai dengan ketidakmampuan penis untuk ereksi dengan keras meskipun telah menerima rangsangan seksual yang cukup. Kalaupun ereksi berhasil terjadi, pada umumnya tidak cukup kuat untuk menyelesaikan hubungan sampai selesai.

Hal-hal yang menyebabkan terjadinya disfungsi ereksi selalu berhubungan dengan aliran darah yang tidak lancar dari dan menuju penis. Padahal syarat utama penis bisa ereksi keras adalah jika dia bisa terisi penuh dengan darah.

Baca juga:

Hubungan Antara Disfungsi Ereksi dan Penyakit Jantung

Sebagian besar dari kita mungkin sudah mengetahui bahwa ketidakmampuan arteri membesar penuh dan kemudian mengeras, yang juga disebut sebagai aterosklerosis, merupakan penyebab utama penyakit jantung dan dapat menyebabkan stroke, serangan jantung dan kematian mendadak.

Singkatnya, hal ini terjadi karena adanya lapisan dalam pembuluh darah (endotelium) yang mengalami kerusakan sehingga tidak bisa berfungsi normal, akibatnya terjadi penumpukan, penyempitan dan pengerasan arteri. Kondisi ini yang menyebabkan aliran darah sulit mengalir mencapai jantung dan organ tubuh lain yang membutuhkannya.

Dalam proses tersebut, arteri-arteri yang lebih kecil seperti pembuluh yang ada di penis akan mengalami penyempitan dan pemblokiran lebih dulu ketimbang arteri lain yang lebih besar yang mengarah ke jantung. Aliran darah yang tidak lancar dari dan menuju penis menjadi penyebab disfungsi ereksi, dan inilah sebabnya mengapa penderita disfungsi ereksi sering disebut lebih rentan terhadap serangan jantung di masa depan.

Beberapa dokter berpendapat jika anda memiliki masalah dengan ereksi maka anda perlu memeriksakan kondisi kesehatan terutama jantung dan mulai melakukan perbaikan-perbaikan pada pola dan gaya hidup.

Hubungan Disfungsi Ereksi dengan Penyakit Jantung Secara Psikis

Selain secara fisik, hubungan antara disfungsi ereksi dengan serangan jantung juga bisa dijelaskan melalui pandangan yang bersifat psikis atau mental. Beberapa dokter menyebutkan bahwa hubungan disfungsi ereksi dengan penyakit jantung adalah sama-sama berkaitan dengan aliran darah yang tidak normal. Hubungannya tidak saling menyebabkan satu sama lain tetapi bersifat penyerta.

Tetapi sebuah penelitian yang dilakukan di Italia menemukan hal lain. Disfungsi ereksi menyebabkan suasana hati penderita menjadi tidak stabil dan menyebabkan depresi yang berkelanjutan. Depresi dan pikiran negatif selalu berhubungan erat dengan kinerja jantung dan menimbulkan risiko terjadinya masalah kardiovaskular.

Penelitian tersebut dilakukan di Universitas Florence, Italia. Para peneliti melakukan pengujian terhadap 2.000 orang pria penderita disfungsi ereksi. Penelitian dilakukan dengan metode wawancara langsung, pemeriksaan detak jantung dan depresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir semua responden terdeteksi mengalami masalah dengan jantung.

“Menyembuhkan disfungsi ereksi berarti mencegah terjadinya penyakit jantung”, ujar Dr. Elisa Bandini, salah seorang peneliti yang terlibat. “Karena itu semua pria penderita disfungsi ereksi wajib melakukan pengobatan untuk mengatasi disfungsi ereksi yang diderita”, lanjut Bandini.

Baca juga:

Penelitian Terbaru di Australia

Banyak orang yang masih awam tentang masalah impotensi dan hanya menganggapnya sebagai masalah seksual saja. Padahal banyak penelitian telah membuktikan bahwa disfungsi ereksi sesungguhnya jauh lebih luas dari sekedar terganggunya fungsi seksual. Ada hubungan yang jelas antara DE dengan penyakit jantung.

Baru-baru ini sebuah penelitian dilakukan Australia terhadap 95.000 orang pria yang mengidap disfungsi ereksi. Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa pria-pria dengan DE memiliki peningkatan risiko mengidap penyakit yang berhubungan dengan jantung, seperti:

  • Gagal jantung
  • Stroke
  • Penyakit pembuluh darah perifer
  • Penyakit jantung iskemik (iskemia)
  • Penyakit kardiovaskular lainnya

Mereka yang memiliki masalah disfungsi ereksi yang berat dan juga punya riwayat masalah jantung memiliki risiko lebih dari 60 persen akan mengalami kematian atau mendapat perawatan di rumah sakit karena masalah yang berhubungan dengan jantung. Dan bahkan mereka yang tidak memiliki riwayat jantung di masa lalunya juga memiliki risiko 35 persen akan menderita gangguan jantung jika mereka menderita disfungsi ereksi yang parah.

Bahkan di antara orang-orang yang mengalami jenis disfungsi ereksi ringan, juga memiliki rasio risiko masalah jantung serta risiko kematian mendadak yang lebih besar dibandingkan dengan mereka dengan fungsi ereksi yang normal.

Kondisi ini tidak berarti bahwa disfungsi ereksi adalah penyebab masalah jantung. Kalimat yang tepat untuk menggambarkan hubungan antara disfungsi ereksi dengan penyakit jantung adalah keduanya memiliki kondisi patologi yang sama pada pembuluh darah dan disebut sebagai disfungsi endotel.

Disfungsi ereksi, oleh karena itu, merupakan biomarker untuk penyakit jantung, yang berarti jika anda memilikinya berarti anda perlu melakukan pemeriksaan kesehatan jantung sesegera mungkin.

Faktor Risiko Disfungsi Ereksi dan Penyakit Jantung

Selain memiliki proses yang sama, disfungsi ereksi dan penyakit jantung juga mempunyai faktor risiko yang sama. Faktor risiko adalah gaya hidup atau penyakit yang diderita yang bisa menjadi pemicu timbulnya kedua penyakit tersebut. Faktor risiko meningkatkan kemungkinan terjadinya aterosklerosis dan serangan jantung.

Berikut ini beberapa faktor risiko yang bisa menjadi pemicu disfungsi ereksi dan penyakit jantung:

  1. Diabetes. Penderita diabetes memiliki risiko tiga kali lebih besar mengalami serangan jantung dibandingkan penderita diabetes non disfungsi ereksi.
  2. Tekanan darah tinggi. Penyakit hipertensi dalam waktu yang cukup lama dapat merusak lapisan arteri dan mengganggu aliran darah. Sebuah penelitian pada tahun 2012 di Departemen Fisiologi, Georgia Health Sciences University, di Augusta, Georgia menemukan bahwa sekitar 30 persen pria dengan hipertensi juga mengeluhkan masalah ereksi yang tidak bisa keras (DE). Penelitian yang terpisah juga menyebutkan dampak obat hipertensi terhadap penyakit disfungsi ereksi.
  3. Merokok. Gaya hidup tidak sehat seperti merokok dapat merusak arteri dan meningkatkan risiko aterosklerosis. Sebuah studi dilakukan pada tahun 2006 yang meneliti 8.367 pria Australia berusia 16 sampai 59 tahun dan menemukan hubungan yang signifikan antara merokok dengan disfungsi ereksi.
  4. Obesitas atau Kegemukan. Kelebihan berat badan atau obesitas meningkatkan risiko penyakit jantung dan memicu terjadinya disfungsi ereksi karena aterosklerosis dan alasan lainnya.
  5. Kolesterol tinggi. Kolesterol tinggi dapat menyebabkan kerusakan pada arteri, penyumbatan pembuluh darah sehingga membatasi jumlah aliran darah yang mengalir. Kolesterol tinggi berkontribusi terhadap gangguan ereksi dan penyakit jantung.
  6. Usia. Semakin muda usia maka semakin besar kemungkinan disfungsi ereksi yang diderita adalah pertanda akan adanya gangguan jantung di masa yang akan datang. Pada pria di atas 70 tahun dan menderita disfungsi ereksi kecil kemungkinan memiliki penyakit jantung.
  7. Depresi dan stres. Sebuah studi dilakukan oleh para peneliti dari University of Florence, Italia, tahun 2010 pada pria dengan masalah ereksi dan menemukan bahwa orang-orang dengan gejala depresi berat memiliki peningkatan risiko penyakit kardiovaskular.

Apa yang Harus Dilakukan?

Meskipun saat ini ada banyak obat kuat yang dijual bebas di internet, sebaiknya konsultasi dengan dokter sebelum membeli obat-obatan tersebut. Dokter akan memeriksa dan menilai disfungsi ereksi yang anda derita dan jika memungkinkan menyembuhkan penyebabnya. Dokter juga biasanya akan memberi resep viagra dalam dosis kecil untuk menghilangkan gejala penyakit disfungsi ereksi.

Jika dokter menyimpulkan anda berisiko penyakit jantung maka perlu perubahan besar-besaran terhadap bagaimana anda menjalani hidup sehari-hari seperti mengubah diet, mengurangi berat badan, mulai berolahraga, dan berhenti merokok. Perubahan gaya hidup akan membantu kondisi jantung tetap sehat dan ereksi keras kembali.

Tapi jika Anda mengalami tanda-tanda dan gejala penyakit jantung yang lebih serius, maka anda perlu pemeriksaan lebih lanjut atau pengobatan. Jika saat ini anda menderita kedua-duanya (disfungsi ereksi dan penyakit jantung), maka diskusikan dengan dokter tentang pilihan pengobatan yang cocok untuk anda. Demikian informasi tentang hubungan penyakit disfungsi ereksi dengan penyakit jantung.

***
Bagaimana anda dapat bertahan 30-60 menit lebih lama di ranjang dan secara Permanen Menyembuhkan Ejakulasi Dini.. Klik disini!
loading...