Kita telah mengetahui bahwa impotensi atau disfungsi ereksi adalah ketidakmampuan penis untuk ereksi dengan keras saat bercinta. Ketidakmampuan tersebut disebabkan oleh penyebab fisik atau penyebab nonfisik. Tetapi ada kalanya penyebab menjadi abu-abu jika aktifitas seksual yang dilakukan juga abu-abu. Contohnya, jika seorang suami memiliki selingkuhan dan penis si suami dapat ereksi dengan keras saat berhubungan intim dengan selingkuhannya tapi hal yang sebaliknya terjadi ketika ingin bercinta dengan istri sahnya, penis si suami malah loyo dan tidak bisa ereksi keras. Kondisi seperti ini dimana pria beristri tertarik dengan wanita lain dan melakukan perselingkuhan adalah salah satu area abu-abu dalam konteks disfungsi ereksi.

Ereksi keras dengan selingkuhan

Gagal ereksi dengan istri adalah impotensi

Hal-hal yang sifatnya situasional seperti ini kadang terjadi. Ada juga suami yang jika dengan istri kondisi ereksi baik-baik saja tapi ketika mencoba selingkuh dengan wanita lain malah penis tidak bereaksi sedikitpun.

Penis memang tidak bertulang, dia hanya bisa keras jika terisi penuh dengan darah, dan agar darah bergerak lancar mengisi ruang-ruang dalam penis, banyak faktor yang mempengaruhi, mulai dari sistem syaraf, hormon, jantung, tulang belakang dan lain-lain.

Kesemua sistem tersebut saling berkaitan satu sama lain. Jika tubuh sakit maka sistem syaraf akan memerintahkan seluruh organ untuk menghemat energi termasuk organ reproduksi. Begitu juga halnya jika tubuh tertekan karena ada masalah atau pikiran yang membuat khawatir atau cemas. Hal-hal tersebut menyebabkan organ tubuh termasuk penis beristirahat karena sistem syaraf tidak bisa merespon stimulasi seksual yang ada.

Dalam kasus suami yang gagal ereksi ketika bercinta dengan istri tapi bisa mendapatkan ereksi yang keras ketika berhubungan intim dengan selingkuhan, kemungkinan besar impotensi yang terjadi disebabkan karena faktor psikologis. Masalah dalam rumah tangga atau rendah diri karena istri yang dominan, atau banyak hal lain yang bisa menjadi penyebabnya. Dalam kasus seperti ini yang harus dilakukan adalah konsultasi dengan terapis. Karena masalah seksual kadang-kadang adalah cerminan dari adanya masalah dalam kehidupan berkeluarga.

Ada juga kasus dimana awalnya suami dapat ber-ereksi dengan keras saat bercinta, tapi tiba-tiba si suami mengingat pernah mencurigai istri selingkuh dengan pria lain. Dan sedetik kemudian ereksi lenyap. Gairah yang awalnya menggebu-gebu tiba-tiba meredup. Ingatan terhadap masa lalu istri membuat sistem syaraf memblokir semua stimulasi seksual yang ada. Gairah seksual hilang dan penis berhenti ereksi. Hubungan seksualpun batal. Istri bingung, sang suamipun bingung tapi tidak menceritakan pikirannya ke istri. Kondisi ini terjadi berulang-ulang seolah-olah tidak ada penyelesaiannya. Dan ketika si suami berkenalan dengan wanita lain yang lebih seksi tiba-tiba keinginan seksual bangkit, akibatnya terjadi perselingkuhan.

Menurut Dokter Naek L Tobing, pria yang bisa ereksi ketika bercinta dengan selingkuhan tapi tidak bisa ereksi keras ketika bersama istri masuk kategori impotensi atau disfungsi ereksi. Alasannya karena kita hidup di peradaban timur yang menjunjung tinggi pernikahan. Yang dimaksud seks ketika berbicara tentang impotensi adalah hubungan seks dengan pasangan resmi. Sehingga kegagalan ereksi dengan istri termasuk kategori impotensi dan perlu disembuhkan sesegera mungkin.

Seks memang bisa menjadi parameter kehidupan seseorang. Apakah dia sakit atau sedang banyak masalah, akan terlihat dari tingkat ereksi penis. Ereksi yang lemah pertanda ada sesuatu yang salah, kalau kesehatan fisik baik-baik saja maka kemungkinan besar ada hal-hal yang bersifat psikologis yang belum terselesaikan.

***
Bagaimana anda dapat bertahan 30-60 menit lebih lama di ranjang dan secara Permanen Menyembuhkan Ejakulasi Dini.. Klik disini!
loading...