Keputihan bisa muncul karena banyak penyebab. Salah satu penyebab keputihan paling umum adalah masalah higienitas yang dapat menyebabkan infeksi. Di luar itu keputihan biasanya adalah normal dan akan sembuh sendiri.

Penyebab keputihan pada wanita

Penyebab keputihan pada wanita

Pada situasi tertentu dimana keputihan yang diderita sudah diobati berkali-kali tapi tidak juga sembuh maka kemungkinannya adalah ada penyebab lain. Dalam kondisi ini penderita sebaiknya ke dokter untuk memeriksakan diri.

Barangkali ada gangguan di dalam kandungan yang menyebabkan keputihan, atau karena terjadi infeksi kandungan, infeksi di vagina, atau infeksi di saluran telur. Semuanya bisa saja menjadi penyebab keputihan.

Penyebab Keputihan Abnormal pada Wanita

Keputihan sendiri terbagi atas dua jenis keputihan, keputihan normal dan keputihan abnormal. Keputihan normal selalu sembuh sendiri dan tidak perlu diobati, sedangkan keputihan abnormal adalah keputihan yang disebabkan oleh parasit, jamur atau kuman.

Selain itu keputihan abnormal juga bisa disebabkan karena adanya tumor pada kandungan, karena usia lanjut, penyakit menular seksual (PMS), dan lain-lain. Berikut ini rangkuman 6 penyebab terjadinya keputihan.

1. Keputihan Akibat Tumor atau Kanker Kandungan

Gejala dari munculnya tumor atau kanker di kandungan adalah munculnya cairan yang menyerupai keputihan. Biasanya keputihan disertai bercak darah dan berbau busuk.

Jika gejala keputihan tersebut disertai dengan rasa tidak nyaman di perut bagian bawah, terjadi gangguan siklus haid, sering demam, dan badan bertambah kurus, pucat, serta lesu, lemas dan tidak bugar, maka kemungkinan telah terjadi pertumbuhan abnormal di dalam organ kandungan.

Apapun penyebabnya keputihan harus diobati, apalagi jika keputihan tersebut adalah bagian dari tanda adanya tumor yang sedang berkembang di dalam tubuh.

Keputihan yang disertai darah bisa juga muncul akibat polyp di organ kandungan, di rahim atau di leher rahim. Biasanya darah keluar sehabis berhubungan seks atau setelah melakukan penyemprotan vagina (douching).

2. Keputihan Karena Usia Lanjut

Keputihan juga biasa muncul pada wanita usia lanjut, bahkan terkadang cairan keputihan keluar disertai darah. Hal ini disebabkan karena lapisan vagina yang menipis seiring bertambahnya usia.

Hal yang sama bisa juga terjadi pada wanita yang belum pubertas, pada wanita pengidap kencing manis, dan mereka-mereka yang sudah memasuki fase menopause. Lapisan selaput lendir vagina pada kelompok wanita tersebut tipis dan mengisut.

3. Keputihan Akibat Benda Asing di Vagina

Vagina bagaikan lorong terbuka yang memungkinkan masuknya benda asing ke dalam tubuh. Sisa pembalut, kapas atau mungkin kondom adalah benda-benda asing yang bisa tertinggal di dalam vagina dan menyebabkan terjadinya keputihan.

Pada anak perempuan yang belum begitu memahami organ kewanitaannya kadang memasukkan ke dalam vaginanya biji kacang, kancing, atau bahkan peniti yang setelah lama tertanam di dalam vagina akan membusuk dan menjadi penyebab keputihan abnormal.

4. Terlalu Sering Bersihkan Vagina Sebabkan Keputihan

Para wanita sering melakukan kebiasaan yang sebetulnya tidak sehat dalam memperlakukan vagina yaitu terlalu sering membersihkan vagina dengan bahan antiseptik. Kebiasaan ini sesungguhnya tidak menyehatkan dan mengganggu ekosistem vagina.

Kuman-kuman yang bermukim di saluran vagina yang hidup damai dan bersifat baik bagi tubuh akan ikut terbunuh oleh antiseptik tersebut. Padahal kuman-kuman itu ikut membantu membentuk suasana asam di sekitar vagina. Dimana vagina bersifat asam berguna untuk mengusir bibit penyakit.

Vagina yang kehilangan kondisi keasamannya berpotensi menjadi lahan tempat berkembangnya segala maam bakteri dan kuman yang berbahaya dan pada akhirnya menjadi penyebab keputihan.

5. Keputihan Kencing Nanah

Bila ada riwayat kontak seksual dengan pria yang memiliki penyakit seksual maka keputihan yang diderita bisa saja adalah gejala dari penyakit kencing nanah atau gonore.

Atau pada kondisi lain dimana keputihan yang diderita tidak kunjung sembuh padahal sudah lama diobati maka ada kemungkinan penyebab keputihan yang diderita adalah akibat tertular penyakit ini.

Sama-sama mengeluarkan cairan putih tapi berbeda penyebab dan isinya dan jika diperiksa di laboratorium akan terlihat kuman-kuman kencing nanah di keputihannya.

6. Keputihan Akibat Penyakit Menular Seksual

Tidak mudah membedakan keputihan biasa dengan keputihan akibat penyakit kelamin. Setidaknya ada dua jenis Penyakit Kelamin Seksual (PMS) yang menyerupai keputihan yaitu kencing nanah (gonore) dan chlamydia.

Lendir keputihan akibat chlamydia terlihat lebih bening sehingga biasa dianggap sebagai keputihan normal padahal dia adalah keputihan abnormal akibat bakteri Chlamydia.

Pada umumnya semua wanita yang mempunyai riwayat hubungan seksual dengan pasangan yang mengidap penyakit kelamin akan menampakkan gejala keputihan dalam hitungan hari sampai minggu.

Sementara itu jenis keputihan akibat kencing nanah biasanya berbentuk lendir mirip susu, ini pun akan sulit diketahui sebab masih ada kemungkinan penyebab lain selain bakteri kencing nanah. Untuk lebih jelas mengetahu penyebab keputihan tersebut, dokter biasanya melakukan pemeriksaan di laboratorium.

Keputihan, apapun penyebabnya harus diobati. Selain dapat bertambah parah jika dibiarkan, ada potensi gangguan tersebut adalah gejala awal dari sebuah kondisi medis yang lebih berat. Atau bisa juga terjadi komplikasi dengan penyakit lain sehingga lebih sulit disembuhkan.

Mendiagnosa penyebab keputihan adalah langkah awal yang perlu dilakukan sebelum berlanjut ke pengobatan. Jangan ragu mengunjungi dokter jika keputihan yang diderita tidak kunjung sembuh.

***
Bagaimana anda dapat bertahan 30-60 menit lebih lama di ranjang dan secara Permanen Menyembuhkan Ejakulasi Dini.. Klik disini!
loading...