Posisi seks terbaik untuk penderita disfungsi ereksi (impotensi)

Posisi seks terbaik untuk penderita disfungsi ereksi (impotensi)

Posisi seks adalah salah satu faktor penting dalam hubungan seksual yang perlu diperhatikan terutama oleh para penderita disfungsi ereksi atau impotensi.

Salah satu masalah utama dari penderita disfungsi ereksi adalah ketidakmampuan mempertahankan kualitas ereksi saat bercinta. Sebagian besar penderita mengeluhkan penis mereka menjadi layu di tengah jalan sebelum ejakulasi terjadi.

Terdapat beberapa posisi seks yang diketahui dapat mempertahankan kualitas ereksi pria. Posisi seks tersebut diketahui dapat memperlancar aliran darah dalam tubuh termasuk di penis.

Penis Butuh Aliran Darah yang Cukup Untuk Ereksi

Seperti kita ketahui, ereksi berarti mengalirkan darah ke penis dan mempertahankan sirkulasi darah tersebut secara berkesinambungan. Jika darah tidak mengalir dengan lancar maka bisa dipastikan ereksi sulit tercapai.

Meskipun tidak ada penelitian yang membuktikan jika sebuah posisi seks lebih baik dari posisi yang lain, tapi biasanya posisi seks yang memerlukan gerakan otot yang besar dan terus menerus akan menarik darah menjauh dari area penis.

Bagi penderita disfungsi ereksi tentu fakta ini sangatlah tidak menyenangkan. Karena itu dokter yang menangani pasien disfungsi ereksi biasanya menyarankan menggunakan gaya seks wanita di atas pria saat sedang bercinta.

Secara teori, posisi seks ini memungkinkan darah untuk tetap terkonsentrasi di wilayah yang lebih rendah di tubuh anda. Meski demikian seperti dijelaskan di atas tidak ada bukti nyata yang mendukung posisi ini lebih baik daripada yang lain.

Para peneliti sekarang menunjuk ke keadaan emosi seorang pria termasuk pikiran saat berhubungan seks. Jika ia bisa berkonsentrasi pada keintiman dan keinginan seksual bukannya memperlakukannya seks seperti kinerja, maka dia lebih cenderung dapat mempertahankan ereksi selama hubungan seks.

Memilih Posisi Seks yang Cocok bagi Penderita Disfungsi Ereksi

Pilihlah posisi bercinta yang sedemikian rupa tidak menyebabkan aliran darah anda mengalir cepat menjauhi penis anda.

Gaya bercinta yang keras dan melibatkan banyak otot akan mendorong darah terlalu cepat mengalir dimana para penderita disfungsi ereksi biasanya mengalami masalah dengan aliran tersebut, biasanya karena pembuluh darah yang menyempit.

Sebaliknya pilihlah gaya seks yang dapat membuat tubuh anda tetap rileks, yaitu:

  1. Woman on top

Posisi woman on top telah dipraktekkan oleh banyak laki-laki yang cenderung kehilangan ereksi saat sedang bercinta. Dalam posisi ini Anda dapat bersantai di posisi yang nyaman setelah penetrasi sambil menikmati gerakan yang dilakukan oleh pasangan anda.

Dalam posisi ini pria dapat membangkitkan gairah pasangannya dan juga sekaligus menikmati dan mempertahankan gairahnya sendiri. Hal ini pada akhirnya akan membantu anda dalam mempertahankan ereksi.

  1. Face to face

Posisi seks face to face juga sangat membantu pria dengan disfungsi ereksi. Banyak pasangan merasakan secara faktual jika posisi seksual ini sangat efektif dalam menangani disfungsi ereksi.

Penetrasi dilakukan dengan posisi laki-laki dalam posisi duduk di kursi sementara wanita duduk di pangkuannya menghadap ke arahnya. Posisi seks ini memungkinkan pria untuk melakukan penetrasi lebih dalam dan juga mencegah penis kehilangan ereksi selama gerakan seksual terjadi.

  1. Spoon

Penetrasi dilakukan sambil berbaring di ranjang dimana wanita membelakangi pria dengan posisi menyamping. Posisi ini tidak membutuhkan gerakan yang besar dan dapat memberikan kesenangan pada kedua pasangan.

Hubungan Seks Tanpa Penetrasi

Sebagian besar orang mendefinisikan seks sebagai penetrasi (intercourse) saja. Padahal sejatinya tidak seperti itu. Ada banyak alternatif hubungan seksual tanpa penetrasi yang bisa anda lakukan bersama pasangan.

Bagi anda penderita disfungsi ereksi (impoten) dan kesulitan melakukan hubungan seksual meski telah mempraktekkan posisi bercinta di atas dengan benar maka kini saatnya anda memperhitungkan untuk melakukan seks tanpa penetrasi.

Awalnya anda dan pasangan tentu merasa canggung tapi dengan komunikasi yang baik maka anda tetap bisa menyalurkan gairah seks meski tanpa berhubungan seks vaginal.

Hubungan seks tanpa penetrasi bisa dilakukan dengan cara mutual masturbate atau oral seks.

Pada pasangan yang berusia tua, ketika istri telah mencapai masa menopause dan suami menderita disfungsi ereksi maka pengertian seks bagi mereka tidak lagi sama ketika mereka masih muda dulu.

Pada dasarnya seks adalah soal keintiman dan anda tetap bisa mendapatkan keintiman tersebut meski tanpa penetrasi.

***
Bagaimana anda dapat bertahan 30-60 menit lebih lama di ranjang dan secara Permanen Menyembuhkan Ejakulasi Dini.. Klik disini!
loading...