Viagra adalah obat disfungsi ereksi yang dapat membuat penis ereksi dengan keras. Obat ini termasuk golongan obat keras sehingga hanya bisa digunakan dengan resep dokter. Sayangnya dengan banyaknya penjualan viagra secara bebas membuat semakin banyak pria yang meskipun tidak mengidap impotensi, ikut mengkonsumsinya, dengan harapan bisa bercinta berkali-kali.

Viagra sebabkan Penyakit Menular Seksual

Viagra sebabkan Penyakit Menular Seksual (PMS)

Salah paham seperti inilah yang menyebabkan para ahli berkesimpulan bahwa viagra adalah salah satu faktor penyebab semakin banyaknya orang yang tertular Penyakit Menular Seksual seperti Gonore dan bahkan HIV.

Sebelumnya para ahli juga menemukan adanya keterkaitan antara pil viagra dengan stroke. Keterkaitan viagra dengan PMS akan sama mengagetkan bayak orang. Para ahli berpendapat bahwa penggunaan pil ajaib tersebut harus dilabeli dengan pernyataan memiliki kehidupan seks yang sehat dan aman.

Para kaum biseksual seperti gay termasuk dalam kategori kelompok seksual yang tidak aman karena berdasarkan penelitian, kelompok ini cenderung mencampurkan obat viagra dengan obat-obatan lain seperti ekstasi dan metamfetamin kristal.

Padahal campuran viagra dengan obat-obatan tersebut menimbulkan risiko yang sangat besar. Memang dari segi khasiat, pelaku akan mendapatkan ereksi yang super keras dan perasaan nyaman karena pengaruh ekstasi, tetapi salah satu dampaknya adalah pelaku jadi tidak sadar diri dan akan lupa mengenakan kondom. Percampuran bahan-bahan tersebut juga dapat mengakibatkan overdosis, impotensi dan bahkan mengancam jiwa.

Penelitian dilakukan terhadap 844 orang pria dewasa yang berusia 32 tahun ke atas. Sebanyak 57% adalah heteroseksual, dan 42% gay. Sebagian besar responden mengaku mengenal viagra sebagai obat rekreasi dan bukan obat impotensi. Dari total 844 responden, 17% mengaku menggunakan pil biru itu tahun lalu dimana para pria gay menggunakannya sebanyak empat kali lebih banyak dari pada pria heteroseksual.

Para pria homoseksual ini mengaku terbiasa mencampur viagra dengan obat-obatan tertentu seperti ekstasi dan metamfetamin. Hampir semua pria ini meyakini bahwa pencampuran tersebut akan meningkatkan perasaan nyaman saat mereka berhubungan seksual.

Para peneliti dari Sanfransico tersebut akhirnya menemukan adaya korelasi antara viagra dengan semakin tingginya tingkat Penyakit Menular Seksual di kalangan para pria gay. Sebanyak 32% dari responden gay setelah diperiksa terdiagnosa menderita salah satu PMS.

Hasil survei tersebut juga mengungkapkan fakta bahwa hampir semua gay pengguna pil bitu itu memiliki parner seks lebih dari satu orang. Hal ini turut menjadi penyebab tingginya penularan penyakit seksual di kalangan pria gay. “Para pria ini dihimbau selalu mengenakan kondom saat berhubungan, dan pihak produsen perlu dihimbau menambahkan himbauan larangan mencampur viagra dengan obat lain di labelnya.

Bagi sebagian besar orang, viagra adalah obat disfungsi ereksi. Pil biru ini adalah solusi bagi pria yang memiliki masalah ereksi, dan bukan obat untuk bersenang-senang.

***
Bagaimana anda dapat bertahan 30-60 menit lebih lama di ranjang dan secara Permanen Menyembuhkan Ejakulasi Dini.. Klik disini!
loading...