Fakta dan Mitos Seputar Kehamilan

Saat hamil ada begitu banyak nasihat dan informasi yang datang dari teman, keluarga atau bahkan dari orang asing. Saking banyaknya, terkadang informasi tersebut justru menyesatkan dan bahkan menakutkan.

Informasi tentang kehamilan yang tidak benar disebut mitos. Dalam banyak budaya di Indonesia, ada banyak sekali mitos kehamilan yang tidak terbukti kebenarannya, seperti larangan keluar malam atau larangan membunuh binatang.

Mitos-mitos tersebut pada dasarnya berguna sebagai pengingat kepada Ibu hamil supaya lebih berhati-hati saat menjalani proses kehamilan sampai kelahiran.

Di artikel sehatki.com kali ini kita akan membahas apa-apa saja mitos kehamilan dan bagaimana fakta sebenarnya yang perlu diketahui semua pasutri yang sedang menunggu kelahiran sang jabang bayi.

Berikut ini 10 fakta dan mitos kehamilan yang paling sering muncul di masyarakat.




Mitos 1: Hubungan Seks Saat Hamil Dapat Membahayakan Janin

Berhubungan intim saat hamil

Berhubungan intim saat hamil

Pernah dengar bahwa hubungan seks saat hamil dapat menyakiti bayi? Ini adalah mitos kehamilan yang banyak dipercayai orang. Akibatnya banyak pasutri yang menunda berhubungan intim selama masa kehamilan istri.

Faktanya tidak seperti itu, Anda tidak perlu khawatir berhubungan intim saat hamil, sebab penis tidak akan menjangkau janin, dan bahkan jika istri mengalami orgasme pun tidak akan mengganggu kehamilan.

Keberadaan janin terlindungi oleh air ketuban dari segala benturan dan goncangan. Selain itu, ada pula otot rahim yang kuat dan lendir tebal yang ada di mulut rahim. Ini merupakan pelindung alami bayi selama di dalam kandungan.

Kendati demikian, bagi Anda yang memiliki kehamilan berisiko tinggi, seperti adanya potensi kelahiran prematur atau risiko keguguran, sebaiknya konsultasikan dahulu dengan dokter kandungan agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

Hal ini juga berlaku bagi Anda yang posisi plasenta berada di antara serviks dan vagina.

Baca juga: Gambar Posisi Seks Terbaik Saat Hamil

Mitos 2. Lama Kehamilan Selalu Berlangsung Sembilan Bulan

Mitos kehamilan hamil 9 bulan

Mitos kehamilan hamil 9 bulan

Pada umumnya, waktu kehamilan memang berlangsung 9 bulan 10 hari. Ini mungkin salah satu mitos kehamilan yang paling banyak dipercayai orang. Akan tetapi faktanya tidak mutlak seperti itu.

Menurut riset yang dilakukan oleh Human Reproduction, lama kehamilan setiap orang berbeda-beda tergantung dari usia, berat badan, bobot saat mengandung, dan beberapa faktor lainnya.

Hal yang paling penting untuk diperhatikan ialah bagaimana Anda menjaga kesehatan dan asupan gizi selama hamil, ini jauh lebih penting untuk dipikirkan.

Mitos 3. Tidak Boleh Berolahraga Saat Hamil

Mitos Kehamilan: dilarang olahraga saat hamil

Mitos Kehamilan: dilarang olahraga saat hamil

Ibu hamil memang tidak boleh lelah karena dapat memicu keguguran. Akan tetapi, bukan berarti tidak boleh berolahraga sama sekali.

Menurut dr. UlulAlbab, SPOG, dari Ikatan Dokter Indonesia atau IDI, dikutip dari detik.com, olahraga diperlukan untuk perenggangan pelvis saat melahirkan.

Olahraga yang dipilih sebaiknya olahraga ringan seperti kardio atau jalan santai. Hindari olahraga yang membutuhkan tenaga berlebih seperti angkat barbel.

Mitos 4. Perut Ibu Menunjukkan Jenis Kelamin Bayi

Perut ibu hamil menentukan jenis kelamin

Perut ibu hamil menentukan jenis kelamin

Pernah dengar “Ih … perutnya mancung, pasti anaknya laki-laki”? Sahabat, perlu Anda ketahui bahwa perut ibu tidak menentukan jenis kelamin bayi.

Faktanya adalah tidak melulu perut membulat ke samping akan melahirkan bayi perempuan, dan perut meruncing ke depan akan melahirkan bayi laki-laki. Bentuk perut ibu hamil bergantung dari tubuh si ibu sendiri.

Jika tubuh si ibu mungil, tentu akan berbeda dengan ibu hamil yang memiliki postur tinggi atau besar.

Mitos 5. Berat Badan Akan Berkurang Saat Proses Persalinan

Berat badan menurun pasca melahirkan

Fakta ini benar adanya tetapi tidak langsung turun secara drastis. Pada saat melahirkan, wanita hanya kehilangan sekitar 4-6 kg dari bobot tubuhnya. Berat ini sudah termasuk bayi dan air ketuban yang melindungi janin.

Selama menyusui pun berat badan wanita akan mengalami penurunan, tetapi tidak terlalu drastis. Penurunan berat badan setiap orang tidaklah sama.

Jika Anda memang ingin menurunkan berat badan, jangan membatasi konsumsi makanan, terlebih ketika Anda menyusui. Lebih baik Anda melakukan olahraga untuk mengembalikan bentuk tubuh Anda.

Mitos 6. Makan untuk Dua Porsi

Mitos Kehamilan makan dua porsi

Wajib makan dua porsi karena di dalam perut ada bayi yang juga butuh makan adalah mitos kehamilan yang banyak dipercaya orang.

Ya, Ibu hamil memang membutuhkan tambahan kalori untuk janin, tetapi tidak sebanyak yang disebut orang-orang. Faktanya, Ibu hamil memang hanya membutuhkan tambahan kalori sebesar 300 kalori/hari. Jumlah ini setara dengan segelas susu skim.

Jika Anda makan dengan jumlah kalori yang cukup besar, ini hanya akan membuat berat badan Anda meningkat drastis, terlebih jika Anda mengonsumsi makanan tinggi lemak atau karbohidrat.

Mitos 7. Konsumsi Air Kelapa Hijau Bisa Membuat Kulit Bayi Bersih

Mitos Kehamilan: Air kelapa hijau untuk bayi

Nah, mitos kehamilan yang satu ini kerap disampaikan oleh orang-orang tua. Ibu hamil yang rajin mengonsumsi kelapa hijau akan memiliki anak dengan kulit yang bersih.

Sayangnya, hingga saat ini belum ada penelitian yang dapat mendukung pendapat tersebut. Sebaliknya, Ibu hamil justru disarankan untuk meminum air putih dalam jumlah lebih banyak.

Pada saat hamil, kebutuhan air akan meningkat untuk keperluan produksi cairan ketuban, darah, dan sirkulasi janin.

Mitos 8. Konsumsi Durian, Nenas, dan Tape dapat Membahayakan Janin

Nenas membahayakan bayi

Nenas membahayakan bayi

Durian dan tape mengandung alkohol yang dapat membuat panas dalam tubuh, tentu ini tidak baik untuk janin. Sementara nanas bersifat abortivum yang dapat memicu kontraksi.

Konsumsi nanas secara berlebihan sangat tidak disarankan terlebih di awal-awal kehamilan karena dapat memicu keguguran atau kelahiran prematur.

Mitos 9. Menghindari Makan Sate

Hindari makan sate saat hamil

Ibu hamil memang perlu menjaga apa yang ia konsumsi, karena apa yang dikonsumsi akan turut dikonsumsi juga oleh janin.

Ada beberapa makanan yang sebaiknya dihindari oleh ibu hamil, seperti: alkohol, makanan mentah, setengah matang, makanan berpengawet, dan fast food. Nah, sate termasuk ke dalam makanan setengah matang.

Sate yang dibuat dengan cara dibakar memungkinkan ada bagian yang belum matang sempurna sehingga mengandung bakteri dan parasit yang masih hidup, salah satu contohnya ialah toxoplasma.

Toxoplasma dapat masuk ke janin dan memicu gangguan pendengaran, penglihatan, gangguan otak, bahkan kemungkinan terburuk bayi meninggal setelah beberapa hari dilahirkan.

Jadi, untuk keamanan janin, sebaiknya Anda menghindari makanan makanan setengah matang seperti sate. Makanan lain yang sebaiknya Anda hindari yaitu sushi, telur setengah matang, dan steak.

Mitos 10. Larangan Naik Pesawat

Tidak boleh naik pesawat saat HAMIL

Tidak boleh naik pesawat saat HAMIL

Ada yang mengatakan bahwa ibu hamil tidak boleh naik pesawat, dan beberapa orang pun percaya. Padahal sah-sah saja jika ibu hamil berpergian dengan pesawat asal Anda tahu bagaimana kiatnya agar tetap sehat selama di perjalanan.

Hal yang sering terjadi ialah pembengkakan kaki/mata kaki terlebih jika penerbangan berlangsung di atas 3-5 jam.

Untuk mencegah hal itu terjadi, Anda bisa mengenakan compression stocking atau flight socks yang dapat diperoleh di apotek.

Selain itu, sebaiknya Anda melakukan perenggangan selama perjalanan dengan menggerakan leher, bahu, dan kaki. Lakukan kurang-lebih 4-5 menit.

Oh ya, sebaiknya sebelum berpergian Anda berkonsultasi dahulu dengan dokter untuk menjamin keselamatan bayi yang ada di kandungan.

Ada banyak sekali mitos seputar kehamilan yang beredar di masyarakat. Yang terbanyak adalah mitos-mitos mengenai ciri dan tanda wanita hamil. Demikian informasi kami tentang fakta dan mitos kehamilan, semoga bermanfaat.

***
Bagaimana Anda dapat bertahan 30-60 menit lebih lama di Ranjang dan secara Permanen Menyembuhkan Ejakulasi Dini. Ingin tahu caranya? Klik disini!

loading...

2 Comments

  1. christi 7 November 2011
    • masita usman 24 April 2013

Leave a Reply