Jumlah sperma yang rendah berarti cairan (semen/air mani) yang dikeluarkan saat mengalami ejakulasi mengandung sperma yang lebih sedikit dari kadar normal, istilah kedokterannya disebut oligospermia, jika tidak ada spermatozoa sama sekali dalam sperma maka disebut azoospermia.

Menurut Mayoclinic jumlah sperma dianggap sedikit apabila kurang dari 15 juta sperma per mililiter air mani.

Sperma berfungsi membawa sel-sel spermatozoa yang dikeluarkan dari penis saat pria mengalami ejakulasi dan mengantar sel tersebut ke rahim wanita untuk membuahi sel telur. Sperma yang berjumlah sedikit berarti memiliki potensi yang lebih kecil membuahi wanita.

jumlah sperma rendah pria

Tanda dan gejala pria memiliki sperma rendah. Foto: infertilityfocus

Jumlah sperma yang sedikit adalah salah satu masalah yang dapat menghambat terjadinya pembuahan atau fertilisasi.

Semua pasangan suami istri yang belum memiliki anak dalam rentang waktu satu tahun bisa dianggap memiliki masalah dan harus ke dokter untuk konsultasi.




Sebab bisa jadi penyebab tidak terjadinya kehamilan pada istri adalah karena jumlah sperma yang rendah atau tidak sesuai dengan standar normal.

Salah satu pemeriksaan yang dilakukan di laboratorium adalah untuk mengetahui motilitas, volume dan jumlah sperma. Dan nantinya dokter akan memberikan beberapa rekomendasi cara meningkatkan sperma.

Ciri-Ciri Pria yang Memiliki Jumlah Sperma Sedikit

Terdapat beberapa gejala dan tanda umum yang dialami kaum pria yang memiliki sperma rendah yang bisa diketahui diantaranya, yaitu:

1. Ketidakmampuan menghamili wanita

Gejala utama dari kuantitas sperma yang sedikit adalah adanya ketidakmampuan menghamili istri. Parameternya adalah satu tahun hubungan intim berlangsung secara periodik tanpa menggunakan alat kontrasepsi apapun.

Jumlah sperma sedikit adalah salah satu faktor utama yang umum diderita kaum pria yang menyulitkan terjadinya pembuahan.

2. Rambut di wajah sangat sedikit

Salah satu penyebab jumlah sperma sedikit adalah pengaruh hormon, sehingga salah satu ciri seorang pria yang memiliki jumlah sperma rendah adalah juga memiliki rambut pada wajah yang sedikit.

Meskipun ini bukan indikator utama bahwa sperma sedikit tapi jika terjadi kekurangan hormon dalam tubuh maka indikasinya terlihat dari pertumbuhan rambut pada wajah yang menurun atau rendah juga.

3. Tubuh tidak berotot

Seperti faktor nomor dua di atas, tubuh tidak berotot adalah salah satu tanda jumlah sperma rendah akibat adanya masalah hormon. Umumnya pria yang tidak mengalami perkembangan pada otot tubuhnya juga memiliki sperma yang rendah, hal ini kemungkinan disebabkan oleh sindrom Klinefelter atau karena adanya masalah genetik pada kelenjar pituitary nya.

4. Masalah fungsi seksual

Meski belum bisa dipastikan tapi beberapa pria dengan jumlah sperma rendah juga mengalami gangguan seksual seperti gairah seks rendah dan ereksi penis yang tidak bisa keras.

Satu-satunya gejala dan tanda paling utama dari kekurangan sperma adalah ketidakmampuan menghamili pasangan dalam kurun waktu satu tahun. Jika ini yang terjadi maka pasangan sebaiknya ke dokter untuk memeriksakan diri dan memeriksa kualitas sperma.

Dalam banyak kasus, jumlah sperma dapat bertambah dengan memperbaiki gizi, pola makan, rangsangan seksual dan perubahan kebiasaan-kebiasaan yang tidak sehat.

Beberapa jenis makanan disebut dapat meningkatkan jumlah sperma seperti asparagus,  salmon, tiram, alpukat, dan kacang kenari. Selain itu mengubah pola hidup dan menghindari apa-apa saja faktor yang dapat menurunkan jumlah dan kualitas sperma seperti radiasi ponsel.

Demikian beberapa tanda pria yang memiliki jumlah sperma rendah, jika anda mengalami tanda-tanda di atas sebaiknya segera ko dokter untuk konsultasi.

Referensi:

***
Bagaimana Anda dapat bertahan 30-60 menit lebih lama di Ranjang dan secara Permanen Menyembuhkan Ejakulasi Dini. Ingin tahu caranya? Klik disini!

loading...