Ternyata Berhubungan Seks Saat Menstruasi Dapat Menyebabkan Kehamilan

Banyak anggapan di tengah masyarakat bahwa Jika seorang wanita berhubungan seks saat menstruasi atau haid maka dia tidak akan hamil.

Faktanya tidak seperti itu, dari sisi kedokteran, peluang hamil tetap ada meskipun berhubungan intim saat haid, walau memang peluangnya berkurang.

Banyak anak muda yang masih berpacaran nekat berhubungan intim ketika sedang haid. Betul risiko kehamilan menjadi kecil, tapi risiko lain seperti penularan penyakit menular seksual semakin meningkat.

Di artikel sehatki.com kali ini kita akan mengulasnya secara tuntas, bagaimana berhubungan seks saat menstruasi bisa menyebabkan kehamilan.

Ovulasi dan Menstruasi

Berhubungan seks saat menstruasi bisa menyebabkan kehamilan

Berhubungan seks saat menstruasi bisa menyebabkan kehamilan

Seorang wanita yang hamil saat menstruasi biasanya memiliki siklus haid yang cukup singkat.

Artinya jarak atau rentang waktu periode haid-nya cukup berdekatan. Jadi, waktu hari pertama haid datang sangat berdekatan dengan hari pertama haid di periode berikutnya.

Oleh karena itulah, proses ovulasi dan periode awal menstruasi yang terjadi bisa sangat berdekatan. Sehingga peluang kehamilan akan lebih besar jika terjadi pembuahan pada sel telur yang ada di rahim.

Umumnya periode menstruasi seorang wanita terjadi antara 2 hingga 7 hari dengan siklus menstruasi antara 22 hingga 36 hari. Pada umumnya wanita memiliki siklus 28 hari.

Pada setiap siklus menstruasi, wanita akan melepaskan sel telur matang, proses ini disebut ovulasi. Ovulasi biasanya terjadi dalam rentang waktu 14 hari sebelum periode menstruasi berikutnya dimulai.

Durasi waktu ovulasi sendiri berbeda pada setiap wanita, bahkan meskipun pada wanita yang memiliki siklus haid teratur sekalipun. Terkadang meskipun mengalami perdarahan, ovulasi bisa saja tidak terjadi.

Saat proses ovulasi, sel telur yang dihasilkan ovarium akan mulai bergerak melalui tuba fallopi menuju rahim. Sel telur tersebut akan bertahan selama 24 jam di sana.

Jika tak terjadi pembuahan maka sel tersebut akan mati kemudian meluruh bersama lapisan rahim, lalu keluar melalui vagina yang kemudian kita kenal dengan istilah menstruasi atau haid.

Bila siklus haid yang dimiliki seorang wanita terjadi dalam rentang waktu yang singkat. Maka ovulasi dapat terjadi hanya selang beberapa hari saja setelah menstruasi selesai.

Di sisi lain, sel sperma bisa bertahan hingga 2 sampai 3 hari di dalam rahim sebelum akhirnya mati, sehingga peluang terjadinya pembuahan akan sangat mungkin terjadi, meskipun menstruasi tengah berlangsung.

Beberapa sel sperma yang memiliki ketahanan yang baik bahkan bisa bertahan hingga 5 hari lamanya dalam tubuh wanita.

Karena itulah bila seorang wanita dengan siklus haid singkat berhubungan badan saat menstruasi dan ada sel sperma yang berhasil bertahan hingga masa ovulasi tiba, maka pembuahan akan sangat mungkin terjadi.

Kondisi tersebut biasanya terjadi ketika hubungan seks tersebut terjadi selepas maupun sesudah ovulasi berlangsung.

Perdarahan Bukan Menstruasi

Beberapa wanita mengalami perdarahan bukan menstruasi. Terkadang mereka tak mengetahuinya dan menganggapnya seperti darah haid pada umumnya.

Hal ini tak lepas karena masalah stres yang mungkin sedang dialaminya, atau bisa juga karena adanya kondisi medis tertentu.

Kondisi lain yang juga bisa menyebabkan pendarahan bukan haid yang keluar melalui vagina ialah adanya trauma pada organ intim maupun juga adanya gangguan malnutrisi.

Pada beberapa kasus, ketika ovulasi berlangsung seorang wanita mungkin saja mengalami pendarahan intra vagina seperti itu.

Sesungguhnya darah yang keluar melalui vagina bisa saja bukan darah menstruasi. Sehingga sel sperma tetap dapat melakukan pembuahan pada sel telur.

Sebagian wanita lain bahkan dapat mengalami ovulasi sebelum darah menstruasinya benar-benar berhenti.

Baca juga: Ini Dia Bahaya Berhubungan Seks Saat Menstruasi

Kesimpulan

Dari penjelasan di atas maka dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa potensi terjadinya kehamilan mungkin terjadi meskipun berhubungan seks di saat menstruasi berlangsung.

Hal ini dapat terjadi karena berbagai macam faktor. Salah satunya, pendarahan yang keluar melalui vagina, belum tentu darah haid.

Bisa saja ada sebuah kondisi yang menyebabkan adanya perdarahan vagina, seperti karena adanya stres secara psikis maupun fisik hingga adanya benturan pada perut.

Satu hal yang perlu dipahami tentang siklus haid bahwa prosesnya terjadi secara berkelanjutan dalam sebuah siklus yang bisa diketahui.

Karenanya patut diwaspadai bila terjadi perdarahan di saat belum masuk siklus haid, bisa saja karena masalah lain yang mungkin saja bisa berbahaya.

Terkadang perdarahan pada vagina pun bisa terjadi di tengah masa ovulasi atau pada masa subur. Sehingga ketika berhubungan intim di waktu tersebut, kehamilan sangat mungkin terjadi.




Pada dasarnya tidak ada yang bisa memastikan kapan ovulasi terjadi secara tepat, bahkan ada pula wanita yang mengalami ovulasi ketika sedang menstruasi. Maka jangan anggap remeh hal tersebut.

Selain berpotensi menyebabkan kehamilan, berhubungan intim saat menstruasi berlangsung memiliki berbagai macam risiko berbahaya. Berikut di antaranya,·

  • Berisiko menyebabkan penularan penyakit menular seksual (PMS). Hal ini terjadi karena pada saat menstruasi terjadi leher rahim akan membuka lebih lebar dari biasanya. Sehingga memudahkan darah untuk keluar masuk. Karena itu membuat bakteri dapat dengan mudah masuk ke rongga panggul dan menyebabkan masalah.
  • Mudah terserang dan tertular virus HIV dan hepatitis, karena pada kondisi ini tubuh kehilangan banyak darah dan cairan.
  • Mudah terserang jamur pada area kewanitaan, sebab menstruasi membuat kondisi vagina menjadi lebih tinggi kadar pH-nya.  Sehingga menjadi lebih lembab dan membuat infeksi akibat jamur vagina lebih mudah terjadi dan berhubungan intim ketika menstruasi berlangsung dapat memperparah kondisinya.

Tips Berhubungan Seks saat Menstruasi

Berhubungan intim saat menstruasi berlangsung memang menimbulkan berbagai macam reaksi baik pro maupun kontra. Namun dari sisi medis, berhubungan seks ketika menstruasi memiliki beberapa manfaat di samping juga memiliki risiko.

Ketika melakukannya secara sembarangan, karena kondisi menstruasi membuat vagina menjadi lebih lembab sehingga mudah menimbulkan permasalahan. Misalnya saja kemungkinan hamil.

Berikut ada beberapa tips yang dapat dilakukan agar bercinta saat menstruasi tak menimbulkan masalah, di antaranya.·

  • Gunakanlah pengaman ketika ingin berhubungan seks saat menstruasi berlangsung, baik itu tampon atau pun kondom. Tampon merupakan alat pengaman yang biasanya digunakan oleh wanita, yang berfungsi untuk mengurangi volume darah yang keluar dari vagina.·
  • Jika ingin berhubungan seks saat menstruasi, pilih keadaan yang tepat. Yakni ketika darah menstruasi sedak tidak deras, hal ini terjadi ketika menstruasi telah berlangsung beberapa hari. Supaya darah tak mengotori tempat tidur dan membuat situasi tak nyaman. ·
  • Bercinta di bawah pancuran air hangat juga bisa jadi solusi menarik ketika menstruasi berlangsung. Risikonya, Anda akan melihat darah menstruasi yang mungkin keluar ketika hubungan berlangsung.

Demikian informasi menarik tentang risiko berhubungan intim ketika sedang mengalami menstruasi. Termasuk kemungkinan terjadinya kehamilan dan masalah seksual lainnya. Semoga bermanfaat.

***
LADYFEM: Herbal Istimewa rekomendasi Dr Boyke. Mengatasi masalah kewanitaan seperti Keputihan, nyeri haid, kista, frigid, kurang gairah, dan cegah Kanker Serviks. Klik disini untuk order!

Loading...

10 Comments


  1. mulyati 15 November 2011
  2. Neng LoLo Ajj Ah 29 August 2014
  3. yulia rahmawati 9 June 2016
  4. latifah 8 August 2016
  5. Couphliezt 8 October 2016
  6. Gunawan 25 December 2016
  7. Anonim 28 January 2017
  8. yusi 12 March 2017
  9. tisa 4 September 2017
  10. no name 19 October 2017

Leave a Reply