Sejarah dan Asal Usul Kitab Kamasutra

Tahukah anda bagaimana sejarah kamasutra dan asal usul terciptanya kitab seks paling fenomenal tersebut? Tahukah Anda mengapa kitab kamasutra saat ini hanya dikenal sebagai kitab yang mengajarkan posisi dan gaya bercinta?

Pada dasarnya, bercinta selalu menjadi hal yang sangat menarik untuk dibahas, sehingga wajar saja jika pada akhirnya ada banyak orang yang secara khusus mempelajari bidang yang satu ini.

Tak hanya sekedar dibahas dan dibicarakan begitu saja, berbagai hal terkait dengan kegiatan bercinta telah banyak ditulis dan dibukukan. Ada banyak buku dan kitab yang menulis tentang teknik bercinta, beberapa di antaranya bahkan telah berumur begitu tua.

Salah satunya adalah Kitab Kamasutra dari India kuno. Di artikel sehatki.com kali ini kita akan membahas sejarah kitab kamasutra dan bagaimana perkembangannya sampai sekarang.

Sejarah Kitab Kamasutra

Mengetahui asal usul kamasutra merupakan hal yang cukup menarik, mengingat kitab ini digadang-gadang sebagai salah satu kitab panduan bercinta yang berumur paling tua di dunia.

Berdasarkan cerita yang beredar sejak ratusan tahun lalu, kamasutra merupakan ajaran yang memuat banyak nasehat tentang kehidupan.

Kitab ini didapatkan dari banteng suci yang bertugas sebagai penjaga di depan pintu rumah Dewa Siwa. Banteng yang dipanggil dengan sebutan Nandi ini begitu dekat dengan kehidupan Dewa Siwa dan istrinya Dewi Parwati.

Nandi kerap mendengarkan kedua pasangan Dewa dan Dewi tersebut saat bercinta, sehingga terpikir olehnya untuk menuliskan cerita tersebut menjadi sebuah kitab.

Pada dasarnya, kamasutra tidak melulu membahas masalah percintaan saja. Namun kitab ini memuat banyak nasehat serta pelajaran penting yang dapat dijadikan sebagai pedoman dalam membina / menjalin hubungan dengan pasangan.

Di dalam kitab kamasutra, ada banyak nasehat dan juga pelajaran yang dapat dipetik dan dijalankan untuk kebaikan hidup dalam berumah tangga.

Untuk sebagian orang, bercinta sering digambarkan sebagai sebuah ritual yang penting, di mana kegiatan ini diharapkan bisa menciptakan kehidupan-kehidupan yang baru melalui kelahiran anak-anak yang kelak berbudi pekerti baik.

Artinya, hubungan seks yang dilakukan oleh pasangan tersebut ditujukan untuk harapan dan hal-hal yang baik di masa yang akan datang.

Meski dikenal dan begitu identik sebagai kitab panduan dalam bercinta, kitab kamasutra pada dasarnya hanya memuat sedikit saja ajaran tentang hal tersebut.

Secara keseluruhan, kitab ini memuat 1.250 ayat, yang terdiri dari 36 bab serta 7 bagian kitab.

Dengan isi sebanyak itu, kitab kamasutra hanya memuat satu bagian saja untuk pembahasan mengenai hubungan seks, sedangkan 6 bagian lainnya lebih banyak memuat tentang nasehat kehidupan berpasangan.

Namun meskipun porsinya begitu kecil dari keseluruhan kitab, hingga saat ini kamasutra tetap lebih dikenal sebagai kitab yang memuat berbagai pelajaran tentang seks saja.

Kamasutra dan Perkembangannya

Sejarah kitab kamasutra di India

Sejarah kamasutra di India

Di dalam perkembangannya, kamasutra dituliskan untuk pertama kalinya di tahun 300 SM. Bukan oleh Nandi, namun tulisan ini dibuat kembali oleh Vatsyayana Mallanaga, seorang resi yang cukup terkenal di zamannya.

Sang resi menjabarkan bahwa Kama berarti Dewa Cinta, dan sekaligus memiliki arti lainnya sebagai hasrat (keinginan).

Sedangkan Sutra lebih mengacu kepada sebuah buku atau narasi (cerita). Dengan begitu, maka Kamasutra bisa diartikan sebagai sebuah panduan dalam bercinta.

Di dalam prakteknya, sebagian besar orang awam justru mengartikan Kamasutra dengan tidak tepat, dimana mereka mengartikannya sebagai sebuah ilmu seks semata yang mempelajari posisi-posisi bercinta.

Dengan kata lain, Kamasutra ini lebih dianggap sebagai sebuah tutorial dalam bercinta, tanpa melihat nilai-nilai lainnya yang terdapat di dalamya.

Pemikiran seperti ini tentu salah, mengingat kitab tersebut memuat lebih banyak nasehat kehidupan, yang mungkin saja tidak pernah dibaca dan dipahami oleh orang awam.

Sedangkan dalam pandangan para cendekiawan, kamasutra tentu saja memiliki arti yang jauh lebih luas dan terhormat. Kitab ini dianggap sebagai salah satu ajaran dalam menjalani kehidupan yang baik.

Kamasutra merupakan sebuah kitab kehidupan yang memuat banyak nasehat, seperti: tentang kehidupan berumah tangga, tentang kehidupan berpasangan, dan yang lainnya.

Di dalam penulisan kitab yang kini telah berumur lebih dari 1.800 tahun tersebut, ada banyak pelajaran hidup yang dapat ditemukan dan dijalankan oleh pasangan yang mengingnkan kehidupan rumah tangga yang harmonis.

Resi Vatsyayana telah melakukan meditasi yang panjang selama penulisan kitab Kamasutra ini, sehingga tulisan ini menjadi lebih tepat dan sesuai dengan kebutuhan dalam menjalani kehidupan ini.

Di dalam perkambangannya, kamasutra akhirnya ditulis kembali oleh Aditya Narayan Dhairyasheel Haksar, dimana beliau menuangkan beragam legenda tentang hubungan intim yang dilakukan oleh sepasang manusia.

Sejak saat itu, kamasutra akhirnya lebih dikenal sebagai kitab yang memuat berbagai petunjuk (posisi) dalam melakukan hubungan seks.

Berbagai posisi seks kamasutra yang diajarkan di dalam kitab yang satu ini pada dasarnya menyerupai gerakan yoga, sehingga terbilang tidak mudah untuk dilakukan oleh orang awam.

Namun meskipun demikian, kamasutra tetap memiliki beragamĀ posisi dasar yang cukup mudah dilakukan, lengkap dengan berbagai variasi lainnya.

Kamasutra dan Penyebarannya

Sebagai sebuah kitab, kamasutra berkembang dan dikenal dalam bentuk tulisan sampai sekarang. Kitab ini bahkan menjadi rujukan paling utama ketika orang mempelajari urusan seks.

Meski demikian, kitab ini pernah mengalami penolakan penerbitan hingga masa yang cukup panjang, yakni lebih dari 100 tahun lamanya.

Hingga pada akhirnya di tahun 1962, Sir Richard Burton menerjemahkannya kembali ke dalam bahasa yang lebih umum serta mudah dipahami oleh orang awam.

Hal ini memberikan dampak yang sangat besar didalam perkembangan dan juga penyebaran kamasutra, hingga akhirnya kitab ini menjadi salah satu kitab yang paling dikenal yang secara khusus membahas tentang hubungan seks antara pasangan.

Saat ini, kitab kamasutra telah diterbitkan di berbagai negara dengan bahasa yang lebih beragam termasuk ke dalam bahasa Indonesia, sehingga lebih mudah dipahami dan dipraktekkan di dalam kehidupan banyak orang.

Kitab seks ini kini tidak hanya ditulis dalam bentuk buku saja, melainkan telah berkembang ke berbagai media lainnya seperti video dan audio visual. Saat ini, orang-orang tidak lagi kesulitan untuk mendapatkan literatur ini.

Kitab kamasutra telah menjadi salah satu kitab tertua yang memuat beragam panduan dalam bercinta. Kitab ini akan menjadi pilihan tepat bagi pasangan yang selalu ingin hidup harmonis dan bahagia.

Demikian informasi singkat mengenai asal usul dan sejarah kamasutra hingga akhirnya berkembang sampai sekarang.

Loading...

One Response

  1. lilis 15 September 2011

Leave a Reply