10 Mitos dan Fakta Malam Pertama

Malam pertama pengantin menjadi salah satu momen istimewa bagi setiap pasangan suami istri, mengingat di malam inilah setiap pria dan wanita akan mulai menjalani kehidupan layaknya pasangan yang telah resmi menikah.

Meski telah saling mengenal satu dengan yang lainnya, namun pasangan suami istri bisa saja tidak mudah untuk melalui malam pertama mereka.

Perasaan tegang, khawatir, takut, serta berbagai perasaan lainnya kerap hadir pada hampir setiap pasangan yang akan melalui malam pengantin mereka.




Hal seperti ini dirasakan oleh sebagian besar pasangan yang telah menikah, terutama oleh mereka yang tidak menjalani proses pacaran (pendekatan) yang cukup lama sehingga belum begitu akrab antara satu dengan yang lainnya.

Bagaimanapun juga, setiap hal yang dilakukan untuk pertama kalinya bisa saja tidak semulus rencana, termasuk ketika akan menikmati malam pertama pengantin mereka.

Namun di lain sisi, pandangan orang-orang (masyarakat luas) justru kerap berbeda. Sebagian besar orang menganggap malam pengantin akan terasa menyenangkan, mudah, dan bahkan bisa membuat pasangan yang baru menikah menjadi sangat bahagia.

Di dalam pandangan sebagian besar orang, malam pertama ini merupakan sebuah momen yang sangat membahagiakan dan akan terasa menyenangkan.

Dua orang insan telah disatukan dalam sebuah pernikahan dan akan menikmati malam pertama mereka setelah semua perjalanan cintanya selama ini, bukankah ini hal yang sangat romantis?

Mitos dan Fakta Malam Pertama Pengantin

Sama halnya dengan beragam momen lainnya, malam pengantin juga begitu lekat dengan sejumlah mitos dan berbagai pandangan lainnya dari masyarakat luas.

Berbagai wilayah di Indonesia bahkan masih memiliki pandangan-pandangan yang sedikit “aneh” terkait dengan malam pertama ini, meskipun pada dasarnya hal tersebut tidak bisa dibuktikan secara logika.

Namun meskipun demikian, berbagai mitos ini justru tetap terpelihara dan “hidup” secara turun temurun, terutama di berbagai wilayah Indonesia yang masih terpencil dan jauh dari perkotaan.

Beragam pandangan dan mitos seks tentu masih sangat banyak dan mudah ditemukan di berbagai wilayah di Indonesia, di mana masih banyak orang yang mempercayainya hingga saat ini.

Di artikel sehatki.com kali ini kita akan membahas beberapa fakta dan mitos terkait malam pertama, yang beredar di kalangan masyarakat Indonesia, yaitu sebagai berikut:

1. Mitos darah perawan di malam pertama

Tidak selalu ada darah perawan di malam pengantin

Tidak selalu ada darah perawan di malam pengantin

Di antara sejumlah mitos yang kerap terdengar di tengah-tengah masyarakat, mitos tentang malam pertama yang harus dilalui dengan berdarah berada di peringkat pertama.

Kebanyakan orang berpendapat bahwa di malam pengantin suami harus memerawani istrinya, dan hal ini akan ditandai dengan keluarnya darah akibat sobeknya selaput dara sang istri.

Jika ternyata pada momen ini istri tidak mengalami hal tersebut, maka yang bersangkutan kerap dianggap sudah tidak perawan lagi. Artinya, istri bukanlah wanita baik-baik dan telah pernah melakukan hubungan tersebut bersama lelaki lain selain suaminya.

Baca juga: 

Namun fakta berkata lain, bahwa tidak semua pengantin wanita mengalami hal tersebut di malam pernikahannya, bahkan meski yang bersangkutan masih perawan di malam pertama tersebut.

Jika pengantin wanita tidak mengelurakan darah perawan itu tidak serta merta kita dapat mengambil kesimpulan bahwa yang bersangkutan sudah tidak perawan.

Ada banyak hal yang menjadi penyebab mengapa seorang wanita tidak berdarah di malam pertama setelah melakukan hubungan suami istri dengan pasangannya, seperti:

  • Mempelai wanita sudah pernah melakukan hubungan suami istri sebelum malam pertama (baik itu dengan suaminya ataupun dengan lelaki lain), sehingga saat menjalani hubungan seks pertama kali, yang bersangkutan tak lagi perawan.
  • Bisa saja mempelai wanita masih dalam kondisi perawan di saat malam pertama, namun yang bersangkutan memiliki selaput dara yang tebal dan elastis. Hal ini tentu akan membuat penis sulit untuk menembusnya.
  • Mempelai wanita masih perawan dan belum pernah melakukan hubungan suami istri sebelumnya, namun bisa saja yang bersangkutan telah mengalami kerusakan pada area selaput dara (sobek). Hal seperti ini sangat mungkin terjadi akibat kecelakaan dan juga cedera lainnya, bukan karena hubungan seks.

2. Mitos hubungan seks akan menyakitkan di malam pertama

Sakit saat bercinta pertama kali

Sakit saat bercinta pertama kali

Dikutip dari situs NHS, banyak orang yang menyebut seks di malam pertama akan terasa menyakitkan, terutama bagi mempelai wanita yang akan mengalami kerobekan pada selaput daranya.

Mitos seperti ini kerap membuat mempelai wanita menjadi takut dan begitu tegang untuk menghadapi malam pertamanya. Hal ini tidak jarang membuat sebagian besar wanita tertekan, bahkan sejak jauh-jauh hari sebelum pernikahan digelar.

Faktanya, pernikahan kerap membutuhkan banyak persiapan dari kedua mempelai, terutama mempelai wanita yang pada dasarnya membutuhkan persiapan yang cukup panjang.

Dalam kondisi seperti ini, mempelai wanita biasanya sangat rentan dengan stres dan kelelahan. Ditambah dengan sejumlah rasa takut dan tegang menghadapi malam pertama.

Maka bisa saja yang bersangkutan menjadi lebih tertekan dan mengalami perasaan yang sangat tidak nyaman. Kondisi seperti ini akan membuat vagina tidak siap untuk menerima penetrasi, sehingga akan terasa sakit saat penetrasi ini dipaksakan.

Padahal wanita yang akan melakukan hubungan seks membutuhkan pelumasan terlebih dahulu, sebelum akhirnya penetrasi dilakukan.

Untuk mengatasi hal ini, pasangan suami istri haruslah melakukan foreplay dengan durasi yang panjang, agar istri terangsang dan sudah dalam kondisi basah saat penetrasi dilakukan.

Di saat malam pertama, istri mungkin akan merasa sedikit sakit. Namun hal ini tidak akan terasa begitu sakit pada malam-malam berikutnya, sebab kondisi vagina telah lebih elastis dari sebelumnya.

3. Mitos malam pertama yang selesai dengan cepat

Bukan hanya wanita saja, pria juga memiliki porsi tersendiri dalam mitos seputar malam pertama ini. Pada dasarnya pria yang baru menikah dan masih perjaka, belum memiliki pengalaman soal seks sama sekali.

Jadi pada umumnya, pria-pria seperti ini akan mengalami ejakulasi dini atau terlalu cepat selesai. Ejakulasi dini di malam pertama merupakan kondisi yang lazim dan bukanlah sesuatu yang harus dikhawatirkan oleh suami, sebab kebanyakan pria memang mengalami hal yang sama seperti itu.

Segala sesuatu yang akan dilakukan untuk pertamakalinya, biasanya akan membuat kita begitu bersemangat. Hal seperti ini jugalah yang kerap terjadi di malam pengantin, di mana gairah seks begitu tinggi dan segera memuncak dengan cepat.

Bagi pria, kondisi yang seperti ini akan memberi dampak terjadinya ejakulasi dini. Artinya, ejakulasi dini ini bukan akibat malam pertama, namun bisa saja terjadi akibat kondisi psikis suami yang terlalu bersemangat.

Ini bukanlah sebuah hal yang perlu dikhawatirkan, sebab dengan berlalunya waktu, maka kemampuan suami juga akan menjadi lebih baik dari sebelumnya.

4. Mitos penggunaan obat kuat di malam pertama

Minum obat kuat di malam pertama

Minum obat kuat di malam pertama

Bukan sebuah hal yang wajib, terutama jika ternyata penggunaan obat kuat ini di luar rekomendasi seorang dokter ahli.

Pada dasarnya, suami harus nyaman dan tenang ketika menghadapi malam pertama, sehingga hubungan seks dapat berjalan dengan lancar.

Jika ternyata suami memilih untuk mengkonsumsi obat kuat saat malam pertama, maka hal ini bisa saja mengindikasikan yang bersangkutan tidak benar-benar siap untuk sebuah hubungan seks.

Tak perlu harus kuat atau bahkan memaksakan diri untuk memuaskan istri saat bercinta pertama kali, mengingat bisa saja istri juga dalam kondisi yang sama dengan suami.

Jika ternyata suami atau istri (atau keduanya) belum memiliki pengalaman terkait dengan hubungan seks, maka hubungan seks yang begitu cepat selesai di malam pertama tentu saja merupakan hal yang wajar dan tidak perlu dikhawatirkan.

5. Mitos selaput dara harus sobek di malam pertama

Kebanyakan pria berpendapat bahwa di malam pengantin mereka harus mampu menembus selaput dara pasangannya.

Pemikiran seperti ini tentu berhubungan dengan mitos, di mana orang-orang berpendapat bahwa kelak istri akan menjadi lebih mudah diatur dan penurut, jika suami berhasil menembus selaput daranya di malam pertama pernikahan.

Sementara pada kenyataannya, tidak semua penetrasi dapat berhasil menembus selaput dara di malam pertama. Kondisi seperti ini bisa saja diakibatkan oleh banyak hal, seperti tingkat keelastisan dan kekuatan selaput dara itu sendiri.

Jika ternyata istri memiliki selaput dara yang elastis dan tebal, maka tentu saja suami akan sulit menembusnya dalam sekali hubungan seks.

Hal ini bahkan diperkuat dengan fakta, bahwa sebagian istri justru mengalami sobek pada selaput dara dan rasa perih akibat penetrasi yang dilakukan setelah hubungan seks yang ke sekian kalinya dan bukan di malam pertama.

6. Mitos tentang malam pertama yang nikmat dan pasti menyenangkan

Malam pengantin pasti membahagiakan

Malam pengantin pasti membahagiakan

Sebagian besar orang beranggapan bahwa ketika pasangan kedua mempelai telah masuk kamar pengantin dan berduaan, maka segala sesuatunya akan terasa nikmat dan menyenangkan bagi mereka berdua.

Kedua mempelai bisa saja menyembunyikan rasa gugup dan khawatir dengan berbagai cara yang mereka anggap tepat.

Sementara pada kenyataannya, hampir semua hubungan seks di malam pertama tidak berhasil dengan baik.

Ada banyak alasan yang memungkinkan hal seperti ini terjadi, seperti: suami yang terlalu semangat dan akhirnya cepat selesai, atau bahkan istri yang terlalu tegang dan mengalami rasa sakit pada vaginanya.

7. Kesuksesan malam pertama akan disusul malam-malam berikutnya

Pada pandangan orang-orang yang masih berpikiran kolot, malam pertama kerap dijadikan penentu kesuksesan di malam-malam setelahnya.

Artinya, suami harus berhasil dengan baik memuaskan istri di malam pertama, agar kelak di malam-malam yang lainnya juga hal yang sama terjadi. Anggapan ini kerap membuat suami memaksakan diri, agar bisa memuaskan istri.

Padahal jika ditilik lebih jelas, kegagalan saat malam pengantin pada dasarnya banyak dipengaruhi oleh minimnya pengalaman kedua mempelai serta kondisi psikis yang belum siap.

Hal ini justu akan membaik setelah suami istri terbiasa dan merasa lebih nyaman antara satu dengan yang lainnya.

8. Mitos istri harus menangis di malam pengantin

Beragam mitos malam pertama pernikahan

Beragam mitos malam pertama pernikahan

Meski ini terdengar tabu, namun masih banyak pria serta pihak keluarga mempelai yang berupaya untuk mendengar tangis mempelai wanita di malam pertamanya.

Untuk sebagian orang, hal ini dianggap sebagai pertanda bahwa suami berhasil memerawani istrinya saat bercinta. Jika tidak ada isak tangis, maka istri dianggap telah terbiasa dan menyukai apa yang baru saja dialaminya.

Namun pada kenyataannya, rasa sakit di malam pertama tidaklah seperti yang dibayangkan oleh kebanyakan orang.

Sobekan yang terjadi pada selaput dara, mungkin saja tidak akan menimbulkan rasa sakit yang luar biasa pada wanita, hingga yang bersangkutan harus menjerit dengan kencang dan semua orang mendengarnya.

9. Mitos memiliki penis besar akan memuaskan istri

Sebagian besar pria yang akan menikah beranggapan bahwa wanita akan merasa puas jika di malam pertama suaminya begitu kuat dan memiliki ukuran penis yang besar.

Pandangan seperti ini kerap membuat mereka tidak percaya diri, sehingga mengupayakan berbagai cara untuk memperbesar penisnya.

Sementara faktanya, ukuran penis bukanlah hal utama yang akan menjadi tolak ukur kepuasan wanita saat berhubungan seks, namun kekerasan serta kualitas ereksi yang akan dicapai oleh prialah yang akan mempengaruhi hal tersebut.




10. Mitos ejakulasi dini berarti tidak jantan

Ejakulasi dini di malam pertama

Ejakulasi dini di malam pertama

Bukan hanya wanita saja, pria juga memiliki sejumlah rasa takut saat akan menghadapi malam pertama, salah satunya terkait dengan ejakulasi dini yang kerap terjadi.

Padahal jika ditilik lebih dalam, masalah ejakulasi dini merupakan hal yang normal dialami pada malam pertama, terutama bagi pria yang akan melakukan hubungan seks untuk pertama kalinya.

Hingga saat ini, masih banyak mitos terkait dengan malam pertama yang berkembang di Indonesia, sebagian besar di antaranya bahkan terbilang tidak masuk akal.

Berbagai mitos ini tidak perlu dijadikan sebagai patokan di dalam kehidupan ini. Tetap jalani hidup dengan tenang, nyaman dan sesuai dengan yang semestinya.

Demikian 10 fakta dan mitos seputar malam pertama pasangan suami istri, semoga bermanfaat.

***
Bagaimana Menyembuhkan Ejakulasi Dini Secara Permanen, dan Membuat Anda TAHAN LAMA di Ranjang. Ingin tahu caranya? Klik disini!

Loading...

2 Comments


  1. nurul 26 February 2012
  2. hermindamayanti 2 May 2012

Leave a Reply