Mengapa Malam Pertama Tidak Berdarah?

Malam pertama adalah malam yang dinanti-nanti banyak orang. Malam pernikahan ketika pasangan pria dan wanita telah resmi menjadi suami istri. Tapi malam pertama juga adalah malam yang menakutkan bagi sejumlah wanita, takut jika malam pertama tidak berdarah.

Memiliki beragam suku dengan berbagai kebudayaan yang berbeda-beda, Indonesia masih begitu lekat dengan berbagai mitos dan juga tradisi.

Berbagai mitos ini bahkan bisa saja dipercaya oleh khalayak ramai, meskipun pada dasarnya tidak memiliki fakta-fakta pendukung yang cukup kuat. Banyak ragam kebudayaan, maka banyak pula mitos yang berkembang di tengah-tengah masyarakat kita.




Di antara berbagai mitos yang terkait dengan pernikahan,ย mitos malam pertama harus berdarah adalah salah satu yang paling menarik untuk dibicarakan. Bagaimana tidak, mitos yang satu ini bahkan masih saja dipercaya hingga kini.

Setiap wanita yang yang baru saja menikah, haruslah berdarah akibat selaput daranya sobek (luka) di malam pertama, begitu kira-kira mitos yang berkembang luas di masyarakat. Lalu, bagaimana jika di malam pertama mempelai wanita tidak berdarah?

Tidak Berdarah, Tidak Perawan?

Dalam banyak hal, selalu ada konsekuensi yang harus diterima, begitu juga terkait dengan mitos malam pertama yang berdarah ini. Anggapan negatif tentu selalu mengemuka lebih dulu, meskipun anggapan ini seringkali tidak didukung oleh kebenaran.

Terkait masalah malam pertama yang tidak berdarah, sebagian besar orang beranggapan bahwa hal seperti ini bisa terjadi akibat mempelai wanita sudah tidak perawan lagi di malam pertamanya.

Artinya, yang bersangkutan telah pernah melakukan hubungan sex dengan seseorang, baik itu suaminya ataupun orang lain sebelum pernikahannya di langsungkan.

Pemikiran seperti ini tentu tidaklah benar dan akan sangat merugikan sang mempelai wanita, terutama jika yang bersangkutan memang masih perawan namun tidak berdarah di malam pertama.

Ini bukan perkara ringan, masalah malam pertama tidak berdarah bisa saja membuat hubungan suami istri menjadi tidak harmonis, dalam beberapa kasus bahkan dapat berujung pada perceraian.

Sementara di lain sisi, seorang wanita bisa saja tidak berdarah di malam pertama, meskipun yang bersangkutan masih dalam kondisi perawan. Lalu, apa saja yang bisa menyebabkan wanita tidak berdarah di malam pertamanya?

Malam pertama tidak berdarah

Malam pertama tidak berdarah

Berikut ini adalah 4 kondisi yang mungkin terjadi dan membuat mempelai wanita tidak berdarah di malam pertama:

  1. Tidak perawan lagi di malam pertama

Hal ini mungkin menjadi yang paling umum terjadi dan menyebabkan mempelai wanita tidak lagi berdarah di malam pertamanya, di mana yang bersangkutan memang sudah dalam kondisi tidak perawan saat menjalani malam pertama.

Kondisi yang seperti ini bisa saja dialami oleh wanita yang telah melakukan hubungan seks dengan suaminya, atau bahkan dengan orang lain sebelum pernikahannya digelar.

Jika yang bersangkutan telah bercinta dengan calon suaminya sebelum pernikahan, maka malam pertama yang tidak berdarah tentu tidak akan menjadi masalah besar.

Namun jika ternyata mempelai wanita melakukannya dengan orang lain dan tidak pernah mengakuinya dengan jujur kepada suaminya, maka hal seperti ini bisa saja menjadi malapetaka di dalam rumah tangga, terutama jika suami tidak bisa menerima kondisi istri yang tidak lagi perawan di malam pertamanya.

  1. Masih perawan namun pernah cedera

Ada banyak musibah yang mungkin terjadi dan dialami oleh seseorang, beberapa bahkan bisa menimbulkan cedera pada area-area vital tubuhnya.

Wanita bisa saja mengalami cedera pada bagian vaginanya, di mana cedera ini menimbulkan luka pada area selaput dara dan mengakibatkan terjadinya sobekan dan juga luka.

Jika selaput dara pernah mengalami sobekan / luka, maka besar kemungkinan tidak akan berdarah di malam pertama. Hal ini bisa saja tidak disadari oleh mempelai wanita, terutama jika cedera yang dialami terjadi pasa saat yang bersangkutan masih sangat muda atau bahkan anak-anak.

Namun pada kenyataannya, dalam kasus seperti ini kebanyakan pria akan beranggapan bahwa istrinya sudah tidak lagi perawan di malam pertama.

  1. Pernah mengalamai kekerasan seksual

Musibah yang satu ini juga sangat mungkin menjadi penyebab malam pertama tidak berdarah.

Ketika seorang wanita mengalami kekerasan seksual, baik itu dalam bentuk pelecehan ataupun pemerkosaan, maka sangat mungkin yang bersangkutan akan mengalami cedera pada bagian vagina.

Dalam kasus seperti ini, wanita biasanya akan kehilangan keperawanannya dan mengalami luka pada bagian selaput daranya. Artinya, yang bersangkutan tentu tidak akan berdarah lagi di malam pertama.

Kondisi seperti ini bisa saja menjadi masalah di dalam rumah tangga, terutama jika suami menuntut keperawanan istrinya.

Untuk itu, sangat penting bagi wanita tersebut menceritakan kekerasan seksual yang pernah dialamiya sebelum menikah dengan sang suami. Sebab bagaimanapun juga, kejujuran yang pahit akan jauh lebih baik, daripada rasa pahit akibat ketidakjujuran itu sendiri.

  1. Selaput dara kurang elastis dan tebal

Meskipun seorang wanita masih dalam kondisi perawan, bisa saja yang bersangkutan tidak berdarah saat melakukan hubungan intim di malam pertama bersama pasangannya.

Selaput dara yang kurang elastis sangat rentan robek. Naik kuda atau jatuh dari kendaraan sudah bisa membuat selaput dara berdarah akibat sobek.

Begitu pula jika selaput dara terlalu tebal yang menyebabkan penis suami sulit untuk menembusnya di malam pertama. Setelah melakukan beberapa kali, akhirnya selaput dara sobek di malam yang lain.

Jika mengalami kondisi seperti ini di malam pertama, mungkin akan membuat pria kecewa, sedangkan mempelai wanitanya bertanya-tanya dalam hati mengenai keperawanannya sendiri.

Malam Pertama Tidak Berdarah Bukan Berarti Tidak Lagi Perawan

Tidak berdarah di malam pertama

Tidak berdarah di malam pertama

Malam pertama dan darah memang sulit dipisahkan. Baik pria maupun wanita sama-sama menanti dengan harap-harap cemas tetesan darah yang keluar dari vagina saat berhubungan seks di malam pertama pernikahan.

Jika istri merasa sakit dan ada darah yang mengucur dari vagina, maka suami merasa senang, puas dan semakin sayang dengan istrinya.

Sebaliknya, suami kadang jadi gelisah dan bertanya-tanya, apakah istrinya masih perawan atau tidak, jika saat bercinta pertama kali tidak ada darah yang keluar.

Kendati masih gadis dan belum pernah mengalami cedera selaput dara, malam pengantin bisa saja berakhir tanpa terlihat adanya tetesan darah. Secara medis ini bisa dimengerti sebab selaput dara tidak selalu harus berdarah sekalipun sang istri masih perawan.

Banyak wanita yang bertanya apakah selalu ada darah yang keluar ketika berhubungan seks pertama kali?

Jawabannya variatif. Beberapa wanita mengeluarkan darah yang banyak tapi tidak sedikit wanita yang tidak berdarah sedikitpun.

Berdasarkan sifat lubang-lubangnya dan elastisitasnya, selaput dara terdiri atas beberapa jenis.

Pada wanita yang selaput daranya tebal dan kaku, besar kemungkinan selaput daranya tidak berdarah di malam pertama pernikahannya. Nanti di malam-malam berikutnya setelah beberapa kali penis penetrasi, selaput dara akhirnya sobek dan terjadi perdarahan.

Atau bahkan untuk jenis selaput dara yang sangat kaku, tidak akan sobek dan berdarah meski melakukan hubungan seks berulang kali. Selaput dara jenis ini baru benar-benar koyak setelah sang wanita melahirkan anak.

Kasus malam pertama dimana sang pengantin wanita tidak berdarah sering menjadi prahara di awal pernikahan. Karena curiga istri tidak berdarah saat senggama membuat suami berpikir istrinya sudah tidak gadis lagi.

Padahal meski tidak berdarah, sang istri belum tentu tidak perawan. Masalah seperti ini tidak jarang berbuah dengan perceraian.

Karena itu pentingnya memahami pengetahuan seks bagi remaja pria maupun wanita. Kalau saja setiap suami tahu bahwa selaput dara itu ada beberapa jenis, tentu dia akan lebih arif menghadapi istri yang sesungguhnya masih perawan meskipun tidak berdarah di malam pertamanya.

Berkomunikasi Dengan Baik dan Jujur Sejak Awal

Komunikasi suami istri di malam pertama

Meskipun hanya berupa mitos, namun untuk sebagian besar pria, selaput dara istri yang berdarah di malam pertama adalah hal yang sangat penting.

Hampir semua pria akan menginginkan istri yang masih perawan di malam pertamanya, sehingga wajar saja jika malam pertama yang tidak berdarah ini kemudian bisa menjadi masalah besar di dalam rumah tangga.

Sedangkan di lain sisi, seorang wanita bisa saja tidak mengalami sobekan pada selaput daranya di malam pertama, meskipun wanita tersebut masih perawan.




Dalam kasus tertentu, wanita bisa saja kehilangan keperawanannya dengan berbagai cara yang tidak diinginkannya.

Apapun itu kondisinya, sangat penting untuk membahas hal tersebut bersama pasangan, bahkan sejak jauh-jauh hari sebelum pernikahan digelar.

Komunikasi yang baik dan jujur sejak awal ini, tentu akan membantu kedua belah pihak (suami istri) menjadi lebih nyaman dan tenang untuk menyambut pernikahan, termasuk malam pertamanya. Hal ini akan menghilangkan kecurigaan pria pada pasangannya, dan juga menimbulkan rasa aman dan juga tenang bagi si wanita.

Penting untuk membahas hal-hal seperti ini sejak awal, mengingat masalah ini terbilang vital dan bisa berdampak sangat besar di dalam pernikahan.

Jangan sampai pernikahan bubar dalam beberapa pekan saja, hanya karena mempelai wanita tidak berdarah di malam pertama. Bagaimanapun juga, pernikahan adalah hal yang sakral dan seharusnya terjadi dan dilakukan satu kali seumur hidup saja, bukan?

Demikian penjelasan singkat mengapa di malam pengantin saat berhubungan intim pertama kali darah kadang tidak keluar dari vagina wanita, malam pertama tidak berdarah bukan berarti sudah tidak perawan. Bagaimana menurut anda?

***
Bagaimana Menyembuhkan Ejakulasi Dini Secara Permanen, dan Membuat Anda TAHAN LAMA di Ranjang. Ingin tahu caranya? Klik disini!

Loading...

67 Comments


  1. Putri 11 Agustus 2011
    • Frendhika Herley 18 Februari 2013
    • Mira 3 Mei 2017
  2. Dolphin 3 Februari 2012
    • Frendhika Herley 18 Februari 2013
      • akhmalyna 28 Februari 2017
  3. Usman Jabir (ustadz mangure Jago birang) 5 Februari 2012
    • Frendhika Herley 18 Februari 2013
  4. Jintan Zul 16 Agustus 2012
    • Seksualitas.Net 9 November 2014
  5. Heri Lalan 15 November 2012
    • De unique 22 Januari 2013
      • Frendhika Herley 18 Februari 2013
  6. yeni 22 Januari 2013
    • Frendhika Herley 18 Februari 2013
      • dimas 17 November 2016
        • Mira 9 Mei 2017
  7. vivi 2 Maret 2013
    • Seksualitas.Net 9 November 2014
  8. Zen Haruzzin 16 Januari 2014
  9. elino 2 Februari 2014
    • Seksualitas.Net 9 November 2014
  10. karin 1 Agustus 2014
    • Seksualitas.Net 9 November 2014
      • dimas 17 November 2016
      • anabell 6 Mei 2017
  11. Seksualitas.Net 9 November 2014
  12. ria 7 Maret 2015
  13. nana 20 Maret 2015
  14. amilatun naimah 2 Juli 2015
  15. Den Baguz 25 September 2015
  16. ANIK 9 Desember 2015
  17. Sony 13 Desember 2015
  18. Sony 13 Desember 2015
  19. yani 19 Desember 2015
    • sitti 23 Januari 2017
      • a d 17 Februari 2017
  20. Milki 20 Februari 2016
  21. gyn 1 Mei 2016
  22. fida 7 Mei 2016
  23. fauzy 13 Mei 2016
  24. Kimara 19 Mei 2016
    • nurse 23 November 2016
  25. irda sofiah 30 Mei 2016
  26. Ais 9 Juli 2016
  27. lutfi 12 Juli 2016
  28. dodi 6 Agustus 2016
  29. firman 21 September 2016
  30. Hasan 4 Oktober 2016
  31. Ryan Hidayat Viery Hakim 6 Oktober 2016
  32. Phopo 6 Desember 2016
  33. viviyeol 7 Desember 2016
  34. Elie 9 Desember 2016
  35. urng gilo 15 Desember 2016
  36. bastian 17 Desember 2016
  37. aulia damayanti 4 Januari 2017
  38. Anonymous 24 Januari 2017
  39. Desi rahmawati 8 April 2017
  40. panhi 7 Juni 2017
  41. Niar 15 Juli 2017
  42. Eros 23 Juli 2017
  43. Tika 28 Agustus 2017
  44. Yunita 30 Agustus 2017
  45. Mustapa 13 September 2017
  46. Rizky NS 14 September 2017
  47. Yuanita 20 September 2017
  48. Tanti 12 November 2017

Leave a Reply