Wanita menstruasi mengeluarkan darah

Darah menstruasi berasal dari dinding rahim yang meluruh. Foto: about.com

Menstruasi atau haid memiliki beberapa nama lain yang unik seperti haid, tamu bulanan, berhalangan, periode atau siklus dan bahkan di negeri Paman Sam, Amerika Serikat, menstruasi disebut Bibi Flo.

Tapi terlepas dari apa apapun nama yang diberikan, menstruasi selalu berarti sebagai perdarahan pada vagina yang terjadi setiap bulan dan dialami oleh remaja putri dan semua wanita pramenopause.

Saat mengalami haid banyak wanita terutama yang masih remaja bertanya-tanya, sebenarnya apa yang sedang terjadi di dalam tubuh? dan dari manakah datangnya dan mengapa keluar darah dari vagina saat menstruasi?

Saat mengalami menstruasi pertama, banyak remaja putri yang kaget dan takut ketika melihat darah yang keluar dari vaginanya. Pengetahuan yang kurang akan membuat si anak menjadi gelisah dan merasa was-was, apakah ini penyakit?




Dalam hal ini, peran orang tua sangat penting dalam menjelaskan bahwa hal tersebut adalah wajar, normal dan pertanda si anak telah dewasa.

Orang tua juga berkewajiban menjelaskan mengapa “sang tamu” selalu datang setiap bulan dan mengapa datangnya kadang membawa rasa nyeri di perut.

Hormon seks wanita yaitu estrogen dan progesteron bekerja setiap bulan mempersiapkan rahim dan organ reproduksi wanita lainnya untuk kehamilan.

Apa Itu Darah Menstruasi?

Hormon tersebut akan membentuk lapisan pada dinding rahim yang berisi darah, kelenjar dan cairan.  Jika terjadi kehamilan, maka lapisan pada dinding rahim tersebut akan berfungsi menjadi nutrisi bagi telur yang dibuahi, dan siklus menstruasi akan terhenti sampai saat kelahiran bayi.

Tapi jika tidak ada sperma yang membuahi sel telur maka kehamilan tidak akan terjadi. Karena pembuahan gagal, maka tubuh akan menganggap produksi dan keberadaan hormon estrogen dan progesteron adalah sia-sia, sehingga lambat laun kadar kedua hormon tersebut akan menurun.


tips pasutri

Penurunan kadar hormon estrogen dan progesteron akan menyebabkan lapisan pada dinding rahim yang berisi banyak darah dan cairan meluruh dan keluar dari tubuh melalui vagina. Proses keluarnya darah dari vagina inilah yang disebut menstruasi.

Perlu dipahami bahwa fungsi reproduksi wanita dijalankan dengan satu tujuan yaitu pembuahan sel telur atau kehamilan. Dengan berakhirnya periode perdarahan pada bulan tersebut, maka tubuh secara otomatis akan kembali memulai proses baru dari awal untuk menghasilkan sel telur yang siap dibuahi.

Sistem syaraf dan organ reproduksi tubuh akan bekerja sama memproduksi hormon estrogen dan progesteron. Sementara itu, di dalam ovarium, terjadi proses pematangan sel telur. Keseluruhan proses ini disebut ovulasi atau masa subur wanita. Pembuahan harus terjadi di masa ovulasi agar kehamilan bisa terjadi.

Pembuahan yang gagal akan menyebabkan peluruhan kembali lapisan dinding rahim dan menyebabkan darah keluar dari vagina.

Beberapa kalangan dalam masyarakat menyebut darah menstruasi sebagai darah kotor dan mengandung penyakit. Anggapan ini sebenarnya tidak benar, darah haid sama saja dengan darah lainnya, warnanya merah dan bersih. Cuma pada darah haid terdapat kandungan lain seperti cairan, kelenjar dan sisa peluruhan dinding rahim.

Demikian penjelasan singkat mengapa keluar darah saat menstruasi terjadi. Kesimpulannya, proses menstruasi akan terus berlangsung setiap bulan sampai terjadi kehamilan, atau wanita tersebut telah memasuki masa menopause, sehingga tidak ada yang perlu dicemaskan dengan darah tersebut.

***
Bagaimana Anda dapat bertahan 30-60 menit lebih lama di Ranjang dan secara Permanen Menyembuhkan Ejakulasi Dini. Ingin tahu caranya? Klik disini!

loading...