Masturbasi Yang Normal Berapa Kali Seminggu?

Masturbasi atau juga populer disebut onani merupakan salah satu jenis aktifitas seksual tanpa penetrasi yang umumnya dilakukan seorang diri dengan menstimulasi titik rangsang pada tubuh.

Alasan melakukan masturbasi umumnya adalah untuk menyalurkan kebutuhan seksual karena belum memiliki pasangan atau bisa juga karena sedang berada jauh dari pasangan.

Sayangnya, tidak sedikit orang yang melakukan onani bukan sekedar menyalurkan kebutuhan, melainkan hanya untuk bersenang-senang saja.

Beberapa orang bahkan melakukannya setiap hari dan setiap saat. Tentu saja ini sudah tidak normal, sebab kebiasaan melakukan onani untuk mencari kesenangan seksual berpotensi menimbulkan kecanduan yang cukup sulit untuk dihentikan.

Lantas masturbasi yang normal berapa kali dalam seminggu? Di artikel sehatki.com kali ini kita akan membahasnya secara mendetail, berapa kali masturbasi yang wajar atau normal? dan bagaimana menghilangkan kebiasaan tersebut.

Orang-orang yang saat ini aktif melakukan masturbasi perlu melakukan refleksi di dalam dirinya, tujuan dia melakukan onani apa, apakah untuk menyalurkan kebutuhan seks atau karena tergoda dengan kesenangannya.

Masturbasi yang Wajar atau Normal itu, berapa kali?

Masturbasi Normalnya Berapa Kali

Masturbasi Normalnya Berapa Kali

Masturbasi atau onani merupakan aktifitas seksual yang biasa dan umum dilakukan oleh pria maupun wanita.

Rentang usia orang yang melakukan onani pun terbilang sangat variatif, dari mulai usia remaja yang baru memasuki masa pubertas hingga mereka yang di telah berada di usia yang lebih tua.

Kegiatan masturbasi sendiri bagi sebagian orang adalah aktifitas yang sangat privat, sehingga jarang orang yang berbicara jujur tentang seberapa sering mereka melakukan masturbasi dalam kurun waktu seminggu.

Sebagaimana dikutip dari laman detikcom, menurut dr. Andri bahwa intensitas aktifitas masturbasi tersebut jumlahnya terbilang sangat relatif. Mulai dari seminggu sekali hingga setiap hari.

Sebagaimana kita ketahui, dalam usia remaja seorang pria mulai bersentuhan dan mengeksplorasi organ vitalnya. Rentang usianya dimulai dari 11 hingga 16 tahun.

Di masa awal pubertas tersebut, seorang remaja pria akan merasakan dorongan hasrat dan gairah yang begitu tinggi dan menggebu-gebu. Ini tak lepas karena pada masa tersebut, hormon seksual di dalam tubuh sedang berkembang.

Sehingga hanya dengan melihat gambar visual yang bersinggungan dengan pornografi saja sudah dapat membuat gairah seks terpacu.

Di masa tersebut, seorang remaja pria bahkan dapat melakukan maturbasi berkali-kali dalam satu malam. Dan lalu mengulanginya lagi esok harinya.

Hal ini tentu saja berbeda jika dibandingkan dengan pria dewasa atau yang sudah berumur. Di saat itu, hormon seksual seperti testosteron mulai mengalami penurunan, sehingga butuh waktu lebih lama untuk “reload”.

Inilah mengapa tidak banyak pria berumur yang melakukan masturbasi. Meskipun sebagian mungkin pernah melakukannya tetapi intensitasnya tak seperti ketika masih muda dulu.

Sama halnya dengan wanita, masturbasi bukan lagi hal yang menarik untuk dilakukan saat usia tidak muda lagi, tak seperti ketika masa awal pubertas dan masih penasaran dengan hal-hal yang berbau seks.

Selain itu berkurangnya hormon seks pada wanita menopause juga disebut-sebut sebagai pemicu berkurangnya keinginan seksualitas termasuk masturbasi.

Masturbasi sesungguhnya sesuatu yang wajar dan normal dilakukan oleh siapa pun. Baik pria maupun wanita tanpa batasan usia, namun tentunya ada hal yang perlu diperhatikan.

Yakni jangan sampai kegiatan masturbasi tersebut membuat rutinitas keseharian maupun sosial menjadi terganggu.

Seorang seksolog ternama, Zoya Amirin menyatakan bahwa kegiatan masturbasi disebut normal ketika kehidupan sosial dan tanggung jawab pribadi tetap berjalan lancar.

Namun jika sudah sampai menyebabkan kehidupan dan pekerjaan serta aktifitas sosial menjadi terganggu akibat terobsesi dengan masturbasi yang tak ada hentinya. Maka seharusnya cepat-cepat mengunjungi dokter untuk berkonsultasi lebih lanjut.

Baca juga: 10 Cara Menghilangkan Kebiasaan Onani

Masturbasi Normalnya Berapa Kali?

Masturbasi yang Wajar atau Normal berapa kali

Masturbasi yang Wajar atau Normal berapa kali

Pertanyaan tersebut sebetulnya normal saja, mengingat hampir semua orang pernah melakukan masturbasi setidaknya sekali dalam hidupnya. Melalui masturbasi, seseorang dapat terpenuhi hasratnya secara seksual.

Tetapi melakukan onani secara berlebihan tentu menimbulkan efek negatif juga, terutama secara psikis. Bahkan dalam sebuah kehidupan rumah tangga, kecanduan masturbasi dapat memicu konflik yang dapat mengancam keharmonisan. 

Sebuah penelitian dilakukan untuk mengetahui berapa kali masturbasi dianggap normal atau masih dalam batas wajar.

Penelitian tersebut menyebutkan, masturbasi jika dilakukan antara 2 hingga 3 kali dalam kurun waktu satu minggu, atau maksimal 12 kali dalam satu bulan, masih tergolong normal atau wajar.

Jika Anda melakukan onani lebih banyak dari angka tersebut, maka patut diwaspadai bahwa Anda sudah mengalami kecanduan onani. Kondisi ini tentunya bisa berpengaruh ke hal-hal buruk.

Contoh bahaya onani adalah meningkatkan risiko ejakulasi dini pada pria, atau bahkan dapat menyebabkan impotensi atau paling tidak akan menurunkan kualitas ereksi penis saat bercinta.

Secara medis tidak ada yang menyebutkan secara pasti efek negatif yang dapat ditimbulkan dari kebiasaan melakukan onani atau masturbasi.

Namun efek tersebut lebih mengarah ke psikis orang tersebut karena telah kecanduan. Untuk mengetahui apakah Anda telah berlebihan melakukan onani, berikut ada beberapa tanda Anda sudah kebanyakan onani.

  1. Mr. P sering kali terluka Atau lecet-lecet.
  2. Merasa bersalah hingga berdosa ketika selesai melakukan masturbasi.
  3. Rutinitas normal terganggu, mulai  dari kehidupan sosial hingga dalam dunia pekerjaan.
  4. Ingin berhenti melakukannya namun dorongan hasrat lebih kuat sehingga sulit melepaskan diri dari kebiasaan tersebut.

Bila semua tanda terlalu banyak onani di atas ada pada diri Anda, maka itu berarti masturbasi yang Anda lakukan selama ini telah mengarah ke arah yang lebih negatif. Dampak langsung yang paling mungkin Anda alami adalah berkurangnya intensitas seksual secara normal dengan pasangan.

Baca juga: 11 Tips Cara Melakukan Onani Yang Benar Untuk Pria

Kesimpulan

Sesungguhnya masturbasi adalah aktivitas seksual yang umum bagi para pria dari berbagai belahan dunia.

Meskipun demikian, tak ada patokan pasti dalam berapa kali dalam seminggu, masturbasi disebut normal atau tidak. Sebetulnya yang menjadi pertanyaan adalah, apakah kegiatan seksual tersebut telah mempengaruhi hidup Anda atau tidak.

Jika sudah sampai mengganggu, maka patut dipertimbangkan untuk menghentikannya atau menguranginya.

Satu hal yang perlu diingat ialah masturbasi sebetulnya memiliki karakter addictif atau bersifat menimbulkan kecanduan. Sehingga semakin sering aktivitas tersebut dilakukan maka Anda akan semakin ingin mengulanginya lagi dan seterusnya.

Karena itu jangan sampai hanya gara-gara masturbasi kehidupan normal Anda menjadi rusak dan kalang kabut. Untuk menanggulanginya, Anda bisa mencoba untuk melakukan kegiatan yang bersifat positif, misalnya menekuni hobi atau berolah raga.

Masturbasi adalah tentang gaya hidup, dan hanya diri Anda sendiri yang mampu melakukan kontrol terhadapnya. Jangan sampai aktivitas seksual yang seharusnya dapat memberikan manfaat positif justru menjadi momok yang membuat hidup Anda menjadi kacau balau. Semoga bermanfaat.

Loading...

3 Comments

  1. Andi Saputra Siahaan 13 June 2017
  2. Djodi Prasetyo 27 August 2017
  3. Djodi Prasetyo 27 August 2017

Leave a Reply