6 Efek Samping Obat Disfungsi Ereksi yang Jarang Diketahui Orang

Saat ini ada banyak obat disfungsi ereksi untuk meningkatkan kualitas ereksi penis. Sayangnya sebagian besar obat-obatan tersebut memiliki efek samping yang berbahaya bagi kesehatan tubuh.

Karena itu di artikel sehatki.com kali ini kita akan membahas secara mendetail apa saja efek samping obat disfungsi ereksi dan bagaimana anda dapat mengonsumsinya secara aman.

Adalah salah satu kebanggaan dari seorang pria apabila mampu memuaskan pasangannya di atas ranjang. Memiliki keperkasaan di depan istri tentunya merupakan hal yang selalu diinginkan seorang pria.




Namun tidak semua pria mampu memberikan kepuasan seksual kepada wanitanya. Beberapa pria mengalami gangguan seksual yang memberikan akibat buruk pada kehidupan seksualnya. Salah satu gangguan seksual yang sering terjadi adalah impotensi.

Impotensi atau disfungsi ereksi adalah salah satu gangguan seksual yang umum dialami semua pria dari segala usia. Gejala disfungsi ereksi yang paling umum adalah tidak bisa ereksi dengan keras saat akan bercinta

Disfungsi ereksi dapat terjadi pada pria manapun dan kapan pun. Meskipun disfungsi ereksi biasanya menyerang pria yang telah lanjut usia, namun pria dalam usia produktif pun dapat mengalami impotensi.

Hal ini dikarenakan impotensi juga dapat disebabkan oleh faktor psikologis, yakni adanya beban pikiran ketika ia akan melakukan hubungan seksual bersama pasangan.

Beberapa masalah lain seperti masalah keuangan, masalah kepercayaan terhadap pasangan, perselingkuhan yang dilakukan pasangan, atau beban pikiran lainnya juga dapat mempengaruhi kualitas ereksi.

Mengapa suatu masalah psikologis dapat menyebabkan ereksi? Otak merupakan pengendali utama dari setiap organ tubuh, termasuk penis.

Ketika otak mengalami masalah atau terdapat beban pikiran yang memberatkan fungsi otak, maka beberapa organ juga akan mengalami gangguan. Dan efek gangguan tersebut adalah sulitnya penis untuk ereksi.

Bukan hanya masalah psikologis saja, impotensi juga dapat terjadi karena beberapa penyakit, seperti diabetes, kolesterol tinggi, lupus, stroke, hipertensi, kerusakan saraf, penyakit jantung, dan penyakit lainnya.

Kebanyakan dari penyakit tersebut menghambat aliran darah pada tubuh, termasuk aliran darah menuju penis sehingga penis tidak dapat ereksi.

Jika mengalami hal ini, pasien perlu mendapatkan bantuan pengobatan. Obat apa yang dapat menyembuhkan impotensi dan apa saja efek samping obat disfungsi ereksi? berikut ini penjelasannya.

Obat Disfungsi Ereksi Dapat Meningkatkan Kualitas Ereksi

Menghadapi impotensi memang gampang-gampang susah. Semua tergantung pada niat dan jenis pengobatan yang dilakukan.

Pengobatan impotensi yang biasanya dilakukan adalah pengobatan medis dengan konsultasi pada dokter spesialis atau dengan melakukan terapi hipnosis atau akupuntur.

Namun berbagai pengobatan tersebut memerlukan pertemuan yang berkali-kali dan perlu waktu untuk mendapatkan kesembuhan total.

Melakukan pengobatan secara medis, biasanya dokter akan memberikan beberapa obat disfungsi ereksi yang membantu penis untuk ereksi.

Salah satu obat disfungsi ereksi yang cukup banyak digunakan dan dianjurkan dokter adalah viagra, sildenafil sitrat, cialis, levitra, zydena, helleva, dan stendra.

Obat-obatan tersebut merupakan obat disfungsi ereksi yang bekerja dengan cara menghambat enzim fosfodiestrase yang pada akhirnya dapat merelaksasi otot polos.

Otot polos yang berfungsi dalam terjadinya impotensi disebut korpus kavernosum, suatu jaringan yang menyebabkan terjadinya ereksi pada penis. Ketika otot polos dalam keadaan rileks, maka aliran darah akan masuk ke dalam penis sehingga dapat terjadi ereksi.

Penggunaan obat disfungsi ereksi ini haruslah sesuai dengan petunjuk dari dokter, Anda tidak disarankan menggunakan obat disfungsi ereksi tanpa anjuran dokter, apalagi membelinya secara bebas di internet.

Hal ini disebabkan adanya efek samping obat disfungsi ereksi yang dikonsumsi. Untuk menghindari efek samping dan komplikasi, dokter biasanya memberi dosis yang berbeda pada setiap pasien, tergantung keadaan pasien saat datang.

Semua obat disfungsi ereksi mempunya efek samping yang berbeda-beda, tergantung daya tahan tubuh pasien dan kemungkinan adanya kondisi medis lain di dalam tubuh.

Untuk penggunaan viagra, biasanya akan diberikan dosis 50 – 100 miligram agar dapat bekerja dengan efektif, tingkat kemanjurannya sekitar 50 persen lebih baik dibandingkan plasebo. Sedangkan dosis yang lebih kecil tidak akan memberikan efek yang berarti.

Obat Stendra dapat dikonsumsi dengan dosis sekitar 50 sampai 200 miligram. Namun dibandingkan obat disfungsi ereksi lainnya, stendra merupakan obat disfungsi ereksi yang paling kurang manjur.

Tingkat efektivitasnya dalam membuat penis ereksi hanya 20 sampai 30 persen lebih efektif dari plasebo. Dosis stendra yang tinggi muali dari 50 miligram berhubungan dengan porsi efek samping paling rendah dari obat disfungsi ereksi lainnya.

Sedangkan untuk dosis levitra yang hanya digunakan sebanyak 20 miligram dipercaya memiliki efek samping paling tinggi dibandingkan obat disfungsi ereksi lainnya, yakni sekitar 25 persen.

Pada viagra dan cialis yang memiliki tinggi cenderung menyebabkan efek samping antara 21 dan 22 persen.

Penelitian yang dilakukan di Universitas Zurich, Institut Teknologi Swiss, dan Universitas Kedokteran Maastricht di Belanda menemukan fakta bahwa semua pengobatan tersebut lebih efektif dibandingan dengan plasebo, bahkan memiliki tingkat keberhasilan ereksi hingga 89%.

Menurut  Dr. Alexander Tsertsvadve dari Ottawa Health Research Institute, Kanada, pria yang menggunakan sildenafil sitrat memiliki resiko 1,5 kali lebih besar mengalami efek samping dibandingkan dengan mereka yang menggunakan plasebo.

Efek Samping Obat Disfungsi Ereksi

Efek samping obat disfungsi ereksi

Efek samping obat disfungsi ereksi

Beberapa dari penderita DE mengeluhkan efek samping yang ditimbulkan dari penggunaan obat tersebut. Berikut ini beberapa efek samping obat disfungsi ereksi yang dilaporkan pasien:

  1. Sakit kepala

Beberapa pria menghentikan penggunaan obat disfungsi ereksi karena adanya efek samping berupa sakit kepala.

Pada umumnya, sakit kepala yang ditimbulkan tidak terlalu parah, namun terkadang terdapat beberapa jenis obat yang terlalu menekan kinerja otak sehingga menghasilkan rasa sakit pada kepala, seperti vertigo.

Jika rasa sakit kepala sudah terlalu mengganggu, maka sebaiknya segera konsultasikan pada dokter. 

  1. Masalah pencernaan

Salah satu efek samping obat disfungsi ereksi yang sering muncul adalah masalah pada pencernaan.

Rasa sakit perut, mual, muntah, atau bahkan diare dapat terjadi. Tapi tenang saja, efek samping ini tidak perlu ditakutkan karena masih dalam batas normal. 

  1. Kemerahan pada kulit

Kemerahan pada kulit atau flushing kulit merupakan efek samping yang normal terjadi pada penggunaan obat disfungsi ereksi.

Obat disfungsi ereksi bekerja dengan melancarkan aliran darah menuju penis, maka besar kemungkinan jika aliran darah pada bagian tubuh lain juga ikut lancar sehingga menimbulkan kemerahan pada kulit yang dialiri darah.

Bagi penderita penyakit jantung tidak disarankan untuk menggunakan obat disfungsi ereksi karena akan semakin mempercepat aliran darah menuju jantung.

  1. Nyeri otot

Nyeri pada otot adalah efek samping obat disfungsi ereksi yang juga sering muncul. Nyeri otot yang terjadi biasanya berupa nyeri punggung dan leher sehingga membuat tubuh menjadi lemas.

Namun terkadang juga terdapat radang sendi dan tulang yang juga muncul akibat penggunaan obat disfungsi ereksi. 

  1. Gangguan pendengaran dan penglihatan

Hanya terdapat sedikit sekali obat disfungsi ereksi yang memberikan efek samping dengan penglihatan dan pendengaran.




Sayangnya, beberapa ahli masih belum menemukan jawaban dari mengapa ada efek samping yang berhubungan dengan penglihatan dan pendengaran pada penggunaan obat disfungsi ereksi.

Jika Anda mengalami efek samping seperti ini, maka sebaiknya Anda mencari bantuan medis dengan segera.

  1. Priapisme

Priapisme merupakan suatu kondisi dimana penis mengalami ereksi dan tidak dapat kembali rileks atau berhenti ereksi seperti semula.

Priapisme dapat terjadi hingga 4 jam atau lebih, maka dari itu jika terdapat efek samping setelah minum obat disfungsi ereksi seperti ini sebaiknya Anda segera menghubungi dokter spesialis.

Jika priapisme dibiarkan lebih lama, maka dapat memblokir aliran oksigen menuju penis dan menyebabkan jaringan penis menjadi mati kekurangan oksigen.

Demikian artikel sehatki.com mengenai efek samping obat disfungsi ereksi yang jarang diketahui orang. Meskipun obat disfungsi ereksi mempunyai efek samping, namun penggunaannya tetap aman selama berada di bawah pengawasan dokter. Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda semua.

***
Bagaimana Menyembuhkan Ejakulasi Dini Secara Permanen, dan Membuat Anda TAHAN LAMA di Ranjang. Ingin tahu caranya? Klik disini!

Loading...

Leave a Reply