Jenis penyakit pada organ intim wanita

Jenis penyakit pada organ intim wanita

Vagina adalah salah satu bagian dari organ intim wanita yang rentan dijangkiti berbagai jenis penyakit seperti keputihan dan infeksi jamur.

Pada umumnya penyakit pada organ kewanitaan tersebut dapat dihindari selama yang bersangkutan tahu dan paham cara merawat vagina yang benar. Salah merawatnya kadang akan menimbulkan jenis penyakit baru yang sulit diatasi.

Selain keputihan, terdapat beberapa penyakit lain pada organ intim wanita yang sering muncul. Pada umumnya penyakit tersebut disebabkan oleh jamur dan bakteri yang masuk ke dalam vagina akibat faktor kebersihan.

Menjaga kesehatan reproduksi wanita dilakukan pertama kali dengan mengidentifikasi gejala penyakit yang dialami, setelah itu dilakukan pengobatan. Melalui artikel sehatki.com kali ini kita akan membahas 6 penyakit yang paling sering muncul di organ intim wanita.  

Baca: Cara Merawat Organ Intim Wanita Menjelang Pernikahan

Jenis Gangguan Pada Organ Intim Wanita

Struktur organ kewanitaan yang selalu terbuka memungkinkan masuknya berbagai benda asing termasuk bakteri penyebab penyakit. Meski demikian terkadang gangguan dari dalam juga dapat muncul dan menyebabkan timbulnya infeksi.

Berikut ini beberapa jenis penyakit pada organ intim wanita:

1. Vulvodynia

Vulvodynia adalah rasa sakit kronis yang muncul di daerah sekitar pembukaan vagina (vulva). Sampai saat ini belum diketahui dengan pasti penyebab Vulvodynia tapi beberapa dokter mengidentifikasi gangguan ini berhubungan dengan faktor hormonal dan saraf pada vulva.

Adapun gejala Vulvodynia yang paling umum adalah muncul rasa nyeri pada area vagina yang digambarkan penderita sebagai:

  • Perasaan terbakar pada area vagina
  • Rasa sakit
  • Pedas
  • Jika bercinta akan terasa menyakitkan (dispareunia)
  • Muncul denyutan di dalam vagina
  • Timbul rasa gatal di area organ intim wanita

Rasa sakit yang muncul terus menerus atau sesekali saja dan akan dialami selama berbulan-bulan bahkan tahunan lalu kemudian tiba-tiba lenyap dengan sendirinya.

2. Bacterial vaginosis (BV)

Bacterial vaginosis (BV) adalah salah satu jenis peradangan yang terjadi pada vagina akibat pertumbuhan berlebih dari bakteri alami yang hidup di dalam vagina. Jumlah bakteri berlebih tersebut mengganggu keseimbangan ekosistem dalam vagina.

Beberapa dokter menyebut Bacterial vaginosis bukan masalah organ intim wanita yang parah tapi meski demikian peradangan ini tetap butuh perhatian agar tidak menimbukan masalah lain yang lebih parah.

Penyebab Bacterial vaginosis tidak diketahui secara pasti tetapi berkaitan dengan aktivitas tertentu, seperti berhubungan seks tanpa kondom atau sering melakukan douching pada organ intim.

Gejala Bacterial vaginosis adalah:

  • Keputihan dengan warna kehijauan
  • Muncul bau busuk atau amis pada vagina
  • Vagina gatal
  • Terbakar saat buang air kecil

3. Varises vagina

Varises vulva pada umumnya terjadi pada wanita hamil akibat adanya peningkatan volume darah dan penurunan kecepatan aliran darah dari tubuh bagian bawah. Hal ini menyebabkan timbulnya tekanan pada pembuluh darah.

Varises vulva dapat terjadi sendiri atau bersama dengan varises kaki.

Gejala varises vulva termasuk adanya perasaan penuh atau tekanan di daerah vulva, pembengkakan vulva dan ketidaknyamanan. Dalam kasus ekstrim, pembuluh darah yang melebar dapat terlihat seperti cacing.

Jika anda terlalu lama berdiri, terlalu lama berolahraga atau terlalu lama berhubungan seks dapat memperburuk kondisi Varises vagina.

4. Trichomoniasis

Trikomoniasis adalah salah satu jenis penyakit menular seksual (PMS) yang disebabkan oleh organisme kecil yang disebut Trichomonas vaginalis.

Trichomoniasis lebih sering terjadi pada wanita meskipun laki-laki juga dapat terinfeksi dan menularkan kepada pasangan mereka saat melakukan hubungan seksual penetratif tanpa pengaman.

Gejala Trikomoniasis

Pria yang terinfeksi sering tidak memiliki gejala khusus dan pada umumnya tidak menyadarinya sampai menularkan pada pasangannya. Tapi bila gejala terjadi, berikut ini beberapa hal yang akan dirasakan penderita pria:

  • Iritasi pada penis
  • Rasa terbakar setelah buang air kecil atau ejakulasi

Adapun gejala Trichomoniasis pada organ intim wanita adalah:

  • Muncul keputihan abnormal berwarna kuning kehijauan, berbusa dengan bau yang kuat
  • Merasa nyeri saat buang air kecil
  • Timbul gatal vagina
  • Vagina alami iritasi
  • Ketidaknyamanan selama hubungan seksual
  • Nyeri pada perut bagian bawah

Gejala yang dirasakan biasanya muncul dalam waktu lima sampai 28 hari sejak infeksi terjadi pada wanita.

Dokter yang mendiagnosa biasanya akan memberi pasien obat antibiotik yang disebut metronidazole (Flagyl) untuk mengobati trikomoniasis. Suami perlu juga diobati untuk mencegah terjadi infeksi berulang.

5. Vaginismus

Ketika seorang wanita mengalami vaginismus, otot-otot vaginanya akan meremas atau kejang ketika ada sesuatu yang memasuki dirinya, seperti tampon atau penis. Dalam kasus yang berat vaginismus dapat mencegah penetrasi seksual terjadi.

Gejala paling umum dari vaginismus adalah penderita mengalami seks yang menyakitkan. Penderita biasanya menggambarkan rasa sakit tersebut sebagai sensasi robek atau perasaan seperti “memukul dinding keras.”

Ada beberapa cara menyembuhkan vaginismus pada wanita, diantaranya penggunaan dilator vagina sebelum berhubungan intim dan latihan kegel.

6. Keputihan

Keputihan adalah salah satu gangguan pada organ intim wanita yang ditandai dengan keluarnya cairan dari dalam vagina. Adapun jenis cairan yang keluar menandakan kondisi kesehatan organ kewanitaan.

Baca juga: 6 Obat Keputihan Alami Untuk Wanita

Jika cairan yang keluar berwarna bening dan tidak berbau maka disebut keputihan normal. Tetapi jika cairan yang keluar disertai rasa gatal, berbau dan berwarna maka kemungkinan besar terjadi infeksi akibat bakteri dan disebut keputihan abnormal.

Keputihan abnormal harus diobati, segera kunjungi dokter untuk memeriksakan diri dan mencari tahu penyebab keputihan yang dialami.

Demikian beberapa penyakit yang paling sering muncul pada organ intim wanita. Perhatikan kebersihan dan kesehatan vagina agar terhindar dari penyakit tersebut.

***
Bagaimana anda dapat bertahan 30-60 menit lebih lama di ranjang dan secara Permanen Menyembuhkan Ejakulasi Dini.. Klik disini!
loading...