Gangguan fungsi saraf sebabkan disfungsi ereksi pada pria

Gangguan fungsi saraf sebabkan disfungsi ereksi pada pria

Disfungsi ereksi adalah gangguan seksual dimana pria tidak bisa ereksi secara maksimal untuk menyelesaikan hubungan seks penetratif.

Salah satu penyakit penyebab disfungsi ereksi adalah adanya gangguan fungsi saraf yang disebut neuropati.

Kondisi saraf mempengaruhi kemampuan otak untuk berkomunikasi dengan sistem reproduksi. Adanya kondisi neuropati dapat mencegah seorang pria mencapai ereksi yang maksimal.

Beberapa gejala paling yang umum ditemui pada pasien neuropati adalah sering mengalami kesemutan, kram, dan kebas.

Pada awalnya gejala neuropati terasa tidak mengganggu tetapi dengan berlalunya waktu maka kerusakan saraf akan semakin parah.

Adanya hubungan antara disfungsi ereksi dengan gangguan fungsi saraf dibenarkan oleh Dr. dr. Moh Hasan Machfoed, SpS (K), seorang neurologis dari FK Universitas Airlangga.

“Jika dibiarkan maka neuropati dapat menyebabkan disfungsi ereksi atau impotensi seperti terjadi gangguan gerakan pada penis, jadi alat vital tidak bisa ereksi. Otot-ototnya terlalu lemah,” jelas Hasan dikutip dari kompas.com.

Gangguan fungsi saraf juga bahkan dapat menyebabkan terjadinya neuropati otonom yakni kerusakan pada sistem saraf involunter. Padahal sistem saraf ini sangat penting dalam mengendalikan fungsi detak jantung, sistem pencernaan, peredaran darah, fungsi seksual, kelenjar keringat, dan sistem pada kandung kemih.

Jenis Gangguan Saraf yang Menyebabkan Disfungsi Ereksi

Adapun gangguan neurologis yang berkaitan langsung dengan impotensi adalah sebagai berikut:

  • Penyakit Alzheimer
  • Penyakit Parkinson
  • Tumor otak atau tulang belakang
  • Multiple sclerosis
  • Stroke
  • Epilepsi lobus temporal
  • Orang-orang yang telah menjalani operasi kelenjar prostat juga dapat mengalami kerusakan saraf yang menyebabkan dsfungsi ereksi.

Beberapa peneliti juga menyebut naik sepeda jarak jauh dapat menyebabkan impotensi karena adanya tekanan berulang pada bagian pantat dan alat kelamin yang mempengaruhi fungsi saraf.

Lebih lanjut Hasan menyebut gangguan fungsi saraf membuat rangsangan seksual yang dirasakan penderita berkurang sehingga penderita kesulitan ereksi meski saat itu sedang menerima stimulasi seksual dari pasangan.

Pada tahap lanjut gangguan saraf juga menyebabkan bagian ujung tubuh mengalami mati rasa seperti pada tangan dan kaki yang pada akhirnya akan merambat pada bagian tubuh yang lain.

Neuropati merupakan salah satu proses penuaan tapi meski demikian gangguan ini bisa juga disebabkan oleh penyakit seperti diabetes atau kekurangan vitamin seperti B1 dan B12.

Beberapa gaya hidup sehari-hari juga berkontribusi meningkatkan risiko neuropati seperti duduk terlalu lama, terlalu sering mengetik di depan laptop, melakukan gerakan berulang seperti saat main game dan ketika menggunakan sepatu dengan hak tinggi (high heels).

Bagaimana Mengobati Gangguan Fungsi Saraf (Neuropati)

Ada dua hal yang dilakukan dokter untuk mengobati neuropati yaitu mengurangi gejala yang dirasakan penderita dan menghilangkan penyebab munculnya gangguan tersebut.

Jadi disfungsi ereksi akibat gangguan fungsi saraf bisa disembuhkan dengan cara menghilangkan faktor-faktor penyebab neuropati. Setelah penyebab dihilangkan, gangguan fungsi saraf akan sembuh dan ereksi pun kembali normal.

Pada kasus neuropati akibat diabetes, penderita perlu memantau kadar gula darah agar tidak melampaui ambang batas. Cara ini sangat ampuh untuk mengurangi risiko terjadinya kerusakan saraf.

Jika neuropati disebabkan adanya tekanan dari tumor maka tindakan operasi perlu dilakukan. Begitu pula jika gangguan saraf disebabkan stroke, gangguan ginjal, atau akibat efek samping obat, akan membutuhkan penanganan yang berbeda-beda.

Tidak semua kasus disfungsi ereksi disebabkan oleh gangguan fungsi saraf atau neuropati tapi gangguan saraf yang berkelanjutan sudah pasti akan mempengaruhi kualitas ereksi penderita.

Ada banyak faktor lain penyebab disfungsi ereksi seperti karena karena masalah psikologis seperti stres atau cemas dan bisa juga karena adanya penyakit seperti tekanan darah tinggi, kolesterol, atau diabetes.

Disfungsi ereksi adalah sinyal adanya masalah kesehatan yang mendasari, karena itu jika anda mengalami gejala gangguan ereksi yang berkelanjutan maka segeralah temui dokter untuk konsultasi.

***
Bagaimana anda dapat bertahan 30-60 menit lebih lama di ranjang dan secara Permanen Menyembuhkan Ejakulasi Dini.. Klik disini!
loading...